Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cara Bersihkan Lima Benda Paling Kotor di Kamar Mandi

Ternyata, benda-benda yang sering kita gunakan di kamar mandi menyimpan begitu banyak kuman berbahaya. 

Hal ini tentu akan mempengaruhi kesehatan setiap orang yang menggunakannya jika tidak dibersihkan dengan baik.

Berikut ini benda paling kotor di kamar mandi yang harus Anda bersihkan:

1. Dudukan toilet

Tak dapat dimungkiri, dudukan toilet merupakan benda paling kotor di kamar mandi dan menyimpan banyak kuman di dalamnya.  

Saat Anda menyiram setelah digunakan, air yang mengalir akan menciptakan aerosol dan cipratannya dapat memindahkan kuman dari dudukan toilet ke lantai, handuk, dinding, keran, serta wadah sikat gigi.

Oleh karena itu, saat menyiram, turunkan penutup toilet. Dengan begitu, Anda dapat meminimalisir penyebaran kuman dari toilet.

2. Wadah sikat gigi

Selain dudukan toilet, wadah sikat gigi juga menyimpan banyak kuman berbahaya.

Kuman ini tidak hanya berasal dari sikat gigi. Namun, karena tempat sikat gigi biasanya diletakkan di luar lemari, maka bakteri dari area lain dalam kamar mandi dapat dengan mudah tertinggal.

Maka dari itu, rajinlah untuk membersihkan wadah sikat gigi selama seminggu sekali dengan menggunakan air hangat dan sabun.

Untuk menjaganya tetap bersih, bilas tempat sikat gigi dengan tisu disinfektan minimal dua kali seminggu.

3. Kepala shower (pancuran)

Studi yang dilakukan oleh University of Colorado menunjukkan, kepala pancuran dapat menjadi tempat berkembang biak bagi biofilm atau bakteria tipis yang melekat pada permukaan.

Bakteri tersebut dapat mengontaminasi air yang keluar dari pancuran.

Itulah sebabnya Anda harus merendam kepala pancuran dalam air hasil penyulingan setiap malam, kemudian bilas menggunakan air dingin.

4. Keset

Jika Anda tidak menggantung keset untuk mengeringkannya setelah digunakan, maka area yang hangat dan basah atau lembap dari benda itu menjadi titik sempurna bagi jamur untuk berkembang biak.

Untuk itu, semua keset dari karet dapat dicuci menggunakan mesin cuci atau cukup direndam dalam pemutih yang dicampur air hangat.

Anda juga dapat mencuci keset dari karet dengan campuran air dan cuka.

Sementara keset berbahan lainnya bisa Anda cuci minimal seminggu sekali dan benar-benar dikeringkan untuk menghambat pertumbuhan jamur. 

5. Bathtub (bak mandi)

Baik berendam di kamar mandi atau menggunakan pancuran, bakteri yang di tubuh Anda tetap akan menempel di bak mandi. 

Sehingga, bak mandi menjadi salah satu tempat kotor di kamar mandi dan sering dilupakan kebersihannya.

Mudah saja, bak mandi hanya cukup disemprotkan oleh disinfektan dan menggosoknya secara menyeluruh.

Sebab, mengelap bak mandi saja tidaklah cukup karena masih banyak buih sabun menempel di area tersebut.

https://properti.kompas.com/read/2020/12/26/201436821/cara-bersihkan-lima-benda-paling-kotor-di-kamar-mandi

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar