Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pemenang Kontes Foto Se-Asia Berharap Milenial Kritik Tata Kota

Kontes foto tersebut diadakan dalam rangka memperingati World Cities Day yang diresmikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setiap tahunnya pada tanggal 31 Oktober.

Saat dihubungi, Husnul mengatakan, alasan memilih jalur penyeberangan (zebra cross) Margonda Depok sebagai obyek foto karena fasilitas ini telah kehilangan fungsinya.

Gadis 24 tahun lulusan Komunikasi FISIP Universitas Indonesia (UI) ini mengaku telah 6,5 tahun tinggal di Depok.

Namun, hingga kini, kondisi jalur penyeberangan tersebut masih tetap berbahaya dan tidak ramah pejalan kaki.

Padahal, jalur penyeberangan ini sangat penting, terutama untuk mobilitas mahasiswa UI dan pejalan kaki lainnya.

"Zebra cross Margonda ini perannya kan sangat penting, banyak digunakan pejalan kaki, terutama mahasiswa dan warga yang ingin ke stasiun UI. Tapi, meski ada zebra cross, tetap aja kendaraan melaju dengan cepat," kata Husnul kepada Kompas.com, Senin (2/11/2020). 

Oleh karenanya, dia berharap anak muda atau kalangan milenial seusianya dapat juga bersuara tentang kondisi tata kota di daerahnya masing-masing.

Masalah serupa, kata Husnul, bukan hanya terjadi di Kota Depok, melainkan juga di kota-kota lainnya di Indonesia.

Kritik terhadap tata kota dinilainya sangat penting agar pemerintah daerah dapat mengembangkan sistem lalu lintas di jalan raya lebih maksimal dan memudahkan warganya untuk melakukan mobilitas sehari-hari.

Dia juga berharap anak muda di Indonesia terus belajar untuk mengembangkan kapasitas pengetahuannya sehingga sangat dapat berkontribusi bagi kotanya masing-masing.

"Melibatkan diri sendiri dalam komunitas tertentu yang berkaitan dengan pembangunan dapat menjadi salah satu langkah awal," imbuh Husnul.

Hingga kini, foto milik Husnul yang dilombakan tersebut telah berhasil dibagikan sebanyak lebih dari 2.000 kali melalui laman facebook CDIA.

Diketahui, foto Jalur Penyeberangan Margonda milik Husnul Khatimah menjadi juara satu se-Asia kategori Citizen Choice Award mengalahkan peserta Filipina, Christopher Paller Gerale.

Meski demikian, tak ada keterangan jumlah peserta pasti yang ikut dalam ajang lomba tersebut.

https://properti.kompas.com/read/2020/11/02/140013321/pemenang-kontes-foto-se-asia-berharap-milenial-kritik-tata-kota

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar