Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Meski Meningkat, Stok Infrastruktur RI Masih Jauh dari Standar Global

Pada tahun 2015, stok infrastruktur Indonesia sekitar 35 persen. Sementara pada tahun 2019 meningkat menjadi 43 persen.

Meski demikian, strok infrastruktur Indonesia masih jauh dari target infrastruktur global secara rata-rata sebesar 70 persen.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripurwanto dalam market sounding secara virtual proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Bendungan Pasir Kopo, Selasa (22/9/2020).

"Stok infrastruktur Indonesia terhadap PDB masih jauh dari standar global," terang Eko.

Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur Indonesia periode tahun 2020 hingga 2024 akan difokuskan pada tiga kerangka utama.

Ketiga kerangka utama tersebut yakni, infrastruktur pelayanan dasar, infrastruktur ekonomi, serta infrastruktur perkotaan.

Sementara itu, infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) berupa bendungan multiguna merupakan salah satu cakupan infrastruktur pelayanan dasar yang perlu dibangun untuk meningkatkan ketahanan air pangan nasional.

Kementerian PUPR menargetkan, kapasitas tampung Indonesia pada periode 2020-2024 mencapai 68,11 meter kubik per kapita per tahun.

Demi mencapai target kapasitas tampung tersebut, Eko mengatakan, anggaran yang dibutuhkan sebanyak 1.423 triliun.

Namun, berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian PUPR, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bidang SDA tahun 2020-2024 hanya mencapai Rp 384,36 triliun.

Dengan demikian, terdapat funding gap (kesenjangan pendanaan) sebanyak 33 persen atau Rp 1,038,64 triliun yang perlu dipenuhi.

Oleh karena itu, Pemerintah melakukan skema KPBU dengan swasta yang diharapkan dapat menghasilkan daya ungkit dari hasil investasi tersebut.

"Sehingga, manfaat yang diperoleh dapat digunakan untuk kepentingan negara yang lebih penting," tutur Eko.

https://properti.kompas.com/read/2020/09/22/114626721/meski-meningkat-stok-infrastruktur-ri-masih-jauh-dari-standar-global

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar