Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bandara Internasional Yogyakarta Bakal Dilengkapi Pengendali Banjir

Pembangunan sistem pengendali banjir di Bandara YIA dilakukan untuk mengurangi risiko banjir di sekitar wilayah tersebut.

Oleh karena itu, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Ditjen Sumber Daya Air (SDA) membangun sejumlah prasarana pengendali banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bogowonto dan Serang. 

Kebutuhan biaya pembangunan pengendali banjir Bandara YIA ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 1,6 triliun melalui kontrak tahun jamak atau multi years contract (MYC) tahun 2020 hingga 2022.

Terdapat dua langkah penanganan oleh BBWS Serayu Opak yakni, pembangunan sistem drainase dan pengendalian debit sungai.

Untuk sistem drainase dilakukan peningkatan kapasitas Kali Deres, Kali Carik Barat, sodetan Kali Turi, dan longstorage Ledeng.

Sementara pengendalian banjir pada Sungai Bogowonto dan Serang yaitu dilakukan pengerukan dan pelebaran alur Sungai Jaelantara, Plumbon, dan Deres.

Kemudian, dilakukan juga pelebaran sungai sebagai longstorage, pembangunan kolam retensi Carik Timur dan Macaman, perbaikan pintu air, pemasangan pompa air, revetment, dan pembangunan jalan inspeksi Sungai Bogowonto sepanjang 2 kilometer.

Adapun September 2020, anggaran sebesar Rp 72,67 miliar telah dikucurkan untuk pembangunan saean prasarana pengendali banjir di DAS Serang, Sungai Bogowonto, anak sungainya, dan pengaman muara Sungai Bogowonto sisi barat dan timur.

Dalam membangun operasional Bandara YIA, Kementerian PUPR pun juga telah menyelesaikan pembangunan underpass sepanjang 1,3 kilometer yang menghubungkan Purwokerto dengan Yogyakarta melalui jalur Pantai Selatan Jawa (Pansela) pada 2019 lalu.

Untuk mengantisipasi terjadinya genangan air saat turun hujan, konstruksi underpass ini dilengkapi dengan rumah pompa dan dilapisi waterstop yang terbuat dari karet untuk beton dinding dan lantainya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Bandara YIA pada 28 Agustus 2020.

Pembangunan bandara tersebut diharapkan dapat menciptakan multiplier effect (efek ganda) bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitarnya, termasuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. 

https://properti.kompas.com/read/2020/09/09/110000621/bandara-internasional-yogyakarta-bakal-dilengkapi-pengendali-banjir

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar