BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Fabelio
Salin Artikel

Lagi Ngetren Bawa Ruang Kerja ke Dalam Rumah, Harus Mulai dari Mana?

KOMPAS.com – Sejak imbauan untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai diterapkan, banyak pemilik rumah mulai mengatur ulang tata letak hunian untuk membuat sudut tempat kerja yang lebih nyaman.

Karena tak ada tempat kerja khusus, ruang kerja dadakan itu biasanya hanya dibuat bersisian di dalam kamar tidur ataupun ruang tengah.

Awalnya, orang melihat kebutuhan ruang kerja di rumah seperti itu hanya bersifat sementara.

Namun, seiring berjalannya waktu, banyak orang mulai menyesuaikan dan menyiapkan diri untuk bekerja dari rumah secara permanen.

“(Ini bisa jadi tren) karena orang-orang akhirnya merasa nyaman dengan gaya hidup baru ini dan ingin melanjutkan aktivitas bekerja atau bersekolah dari rumah seperti ini,” ujar broker asal Los Angeles Orit Gadish, seperti dikutip dari Fox Business, Senin (8/6/2020).

Hal itu membuat pola orang berubah saat melihat fungsi hunian. Saat ini, orang jadi lebih senang mengubah lahan kosong atau sisa ruangan menjadi ruang kerja pribadi dibandingkan menjadi kamar tambahan seperti biasanya.

Data dari Rakuten Intelligence menyebut bahwa orang Amerika mulai berinvestasi untuk ruangan kerja di rumahnya demi memenuhi kebutuhan itu. Mereka mulai fokus untuk menciptakan ruang kerja khusus untuk memisahkan kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Pembelian barang-barang untuk perbaikan rumah pun terus meningkat hingga 71 persen dihitung sejak Mei 2020.

Tak terkecuali di Indonesia, hal tersebut diamini oleh Principle Designer dari Fabelio Projects, Miftahuddin Nurdayat.

“Betul, kebutuhan desain ruang kerja di era pandemi mengalami peningkatan, terutama dari sektor swasta,” ujarnya.

Miftah menambahkan, kebutuhan akan ruang kerja di rumah atau home office menjadi salah satu hal krusial dan baru muncul ke permukaan. Saat ini, kebutuhan itu bahkan sudah menjadi tren.

“(Ini terjadi) karena saat mengerjakan pekerjaan (kantor) di rumah, kita membutuhkan fokus dan konsentrasi yang tinggi agar dapat memberikan hasil kerja yang maksimal. Untuk dapat mewujudkan itu, dibutuhkan kenyamanan dalam tata ruang kerja,” tambahnya.

Mengakali desain rumah menjadi zoomable workspace

Meskipun keinginan membuat ruang kerja khusus ada, tak semua pemilik hunian punya ruang yang cukup.

Opsi lain ialah membuat sudut khusus pada ruangan-ruangan tertentu mirip seperti ruang kerja dadakan yang sebelumnya disebut.

Hanya saja, sudut khusus itu kini mulai diberi standar. Selain menyediakan alat kebutuhan bekerja yang lengkap, berikan juga sentuhan desain yang menciptakan suasana kondusif untuk bekerja.

Serangkaian standar disebut pula oleh Miftah. Dari mulai pencahayaan sampai peranti yang dibutuhkan jadi syarat untuk melengkapi ruang kerja yang proper.

“Pencahayaan adalah hal yang penting. Carilah tempat kerja yang dekat dengan spot cahaya atau matahari untuk menjaga mood dalam bekerja,” saran Miftah pada Kompas.com, Selasa (18/8/2020).

Untuk kebutuhan interior, ia juga menyarankan beberapa hal yang tak kalah penting.

“Perhatikan penggunaan lampu kerja, pernak-pernik, dan perubahan set meja agar terlihat bagaikan ruang kerja kantor,” ucapnya.

Sebetulnya, tren bekerja dari rumah melahirkan istilah khusus yakni zoomable working space. Sebutan ini mengacu pada desain interior ruang kerja di rumah yang terlihat oleh rekan pada layar saat konferensi atau pertemuan virtual.

“(Karenanya) mendekorasi ruang kerja menjadi salah satu elemen penting. Apalagi di era digital sekarang ini, orang memiliki kecenderungan berbagi di dunia maya lebih tinggi dari sebelumnya,” sambung Miftah.

Mulai mendesain ruang kerja

Tak sulit sebenarnya membuat ruang kerja khusus. Tak perlu bingung harus memulai dari mana.

Jika spot-nya sudah ada dan syarat standar yang disebut Miftah sudah mampu dipenuhi, inilah saatnya mendesain ruang kerja.

Untuk mendekorasi ruang kerja, Anda bisa melakukannya sendiri dengan membuat perencanaan tema terlebih dahulu.

Ingat, jangan dulu kalap membeli perlengkapan dan barang. Apalagi, kalau luas ruangan kerja yang direncanakan serba-terbatas.

Lebih baik, pertimbangkan dulu segala aspek agar ruangan kerja yang didesain dapat sesuai dengan keinginan. Kalau tak ingin repot, meminta bantuan profesional seperti Fabelio Projects bisa jadi pilihan.

Fabelio Projects adalah jasa layanan untuk kebutuhan desain interior. Anda akan dilayani dengan desainer berpengalaman untuk mewujudkan konsep desain yang diinginkan.

Tak hanya memenuhi kebutuhan akan desain, Anda pun tidak perlu repot memikirkan mengenai proses pembangunan. Fabelio Projects sudah menyediakan layanan menyeluruh, mulai dari pembuatan desain awal hingga pembangunan ruangan (design and build) yang Anda inginkan.

Untuk kebutuhan home office, Anda dapat berkonsultasi dulu secara gratis mengenai konsep dan anggaran. Jadi, hasil yang direalisasikan tak akan jauh-jauh dari bayangan.

https://properti.kompas.com/read/2020/08/19/141600321/lagi-ngetren-bawa-ruang-kerja-ke-dalam-rumah-harus-mulai-dari-mana

Terkini Lainnya

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar