Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Penyaluran FLPP Tembus Rp 6,87 Triliun

Dana tersebut digunakan untuk membiayai 67.982 unit rumah atau sebesar 66,32 persen.

Dengan demikian, total penyaluran FLPPP sejak tahun 2010 hingga 12 Juni 2020 mencapai Rp 51,24 triliun yang digunakan untuk membiayai 723.584 unit rumah.

Arief menambahkan, pemerintah melalui PPDPP pada tahun 2020 telah menempatkan anggaran penyaluran FLPP sebesar Rp 11 triliun untuk 102.500 unit rumah.

Dana tersebut berasal dari DIPA 2020 sebesar Rp 9 triliun. Kemudian, sebanyak Rp 2 triliun berasal dari pengembalian pokok.

Layanan sistem 

Arief mengatakan, pihaknya memanfaatkan teknologi informasi dengan rangkaian sistem untuk memenuhi layanan kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Rangkaian sistem yang dibangun oleh PPDPP tersebut memiliki empat pintu dalam pelaksanaannya. 

Pintu pertama, yang bisa diakses langsung oleh MBR melalui aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep).

Kemudian, pengembang memasukkan data huniannya melalui Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) yang berfungsi menyiapkan data perumahan yang akan dipilih oleh MBR.

Selanjutnya, perbankan melakukan verifikasi dengan sistem host to host. Sedangkan pintu keempat adalah proses pengajuan data MBR yang dilakukan oleh PPDPP.

Dengan sistem ini, data hunian langsung tersaji kepada masyarakat.

Adapun data yang diberikan antara lain peta hunian, rumah yang sedang dibangun, dan tempat tinggal yang sudah terjual.

Data tersebut juga disinergikan dengan manajemen kuota di bank pelaksana.

Dengan demikian, melalui rangkaian sistem ini, pemerintah dapat merancang manajemen kuota bantuan pembiayaan perumahan hingga tingkat kecamatan.

Data ini juga menjadi dasar besarnya permintaan masyarakat akan hunian.

"Dengan data ini, maka bank pelaksana diharapkan tidak serta-merta menjual rumah subsidi, harus didasarkan data akurat," kata Arief melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (19/6/2020).

Hingga saat ini, data yang terekam pada aplikasi SiKumbang mencapai 10.408 lokasi. Dari jumlah ini, sebanyak 3.273 lokasi lolos pengecekan dan 1.367 lokasi masih menunggu pengecekan.

Lalu, sebanyak 9.547 lokasi terintegrasi dengan aplikasi SiKasep dengan 12.193 pilihan rumah yang tersedia.

Sedangkan data yang perlu direvisi oleh pengembang berada di 4.908 lokasi.

Arief menuturkan, dalam satu hari, rata-rata sebanyak 1.000 hunian didaftarkan pada aplikasi ini.

Selain itu, sebanyak 174.210 masyarakat terdaftar sebagai user calon debitur pada aplikasi SiKasep.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 142.897 user telah lolos subsidi checking dan 67.982 masyarakat telah menerima FLPP.

https://properti.kompas.com/read/2020/06/19/110703221/penyaluran-flpp-tembus-rp-687-triliun

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar