Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Dana Pembangunan Fasilitas Isolasi di Lamongan Masih Diaudit BPKP

Peresmian virtual menjadi opsi, sesuai anjuran pemerintah untuk menjalankan protokol kesehatan dalam kondisi dan situasi pandemi Covid-19.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan BNPB tetap berada di Jakarta, sementara pejabat di Lamongan berada di lokasi peresmian.

Kepala BNPB yang juga menjabat sebagai Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, meresmikan fasilitas ini bersama Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo.

Sementara Bupati Lamongan Fadeli dan jajaran Forkopimda berada di lokasi, bersama dengan para undangan, termasuk perwakilan Kementerian PUPR Dardjat Widjunarso.

Dardjat menjelaskan, pembangunan fasilitas observasi dan isolasi ini dilaksanakan dengan skema design and build, yang berarti dirancang dan dibangun dari nol.

Namun dia belum bisa memastikan besaran dana yang dihabiskan untuk membangun fasilitas ini.

"Saat ini audit masih dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kemudian inspektorat auditor PUPR, dan ada nanti auditor dari BNPB, karena yang punya uang BNPB," ucap Dardjat.

Kementerian PUPR, lanjutnya, hanya membangun fisik bangunan, sesuai persyaratan dari Kementerian Kesehatan, BNPB dan juga tentunya atas izin dari Kementerian Keuangan.

Adapun Pemkab Lamongan hanya menyiapkan lahan seluas 6.070 meter persegi.

Fasilitas observasi dan isolasi di Lamongan yang baru diresmikan ini, memiliki 82 tempat tidur yang terbagi atas 75 tempat tidur observasi dan 7 tempat tidur isolasi.

Rinciannya, bangunan screening terdiri dari ruang petugas administrasi dan farmasi, laboratorium, serta x-ray.

Kemudian bangunan karantina 1 terdiri dari 25 tempat tidur observasi, ruang tindakan, ruang dokter, dan mobile x-ray.

Bangunan karantina 2 terdiri dari 50 tempat tidur observasi, ruang tindakan, dan ruang dokter.

Sementara untuk bangunan isolasi, terdiri dari tujuh tempat tidur, ruang dokter, dan perawat.

Selain itu, terdapat juga bangunan satelit yang terdiri dari ruang sterilisasi, gizi, laundry, alat medis kotor dan farmasi.

Kementerian PUPR juga membangun powerhouse untuk ruang pompa dan ground water tank, ruang jenazah, tempat sampah, penataan landscape, parkir umum dan dokter, serta pagar keliling.

https://properti.kompas.com/read/2020/06/19/061649921/dana-pembangunan-fasilitas-isolasi-di-lamongan-masih-diaudit-bpkp

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar