Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Riset Memprediksi Hanya 84 Persen Pengunjung ke Mal Usai Pandemi

Riset Nielsen Connect Indonesia menunjukkan, pengembang dan pengelola mal nampaknya masih membutuhkan waktu untuk menarik pengunjung datang kembali.

Setelah Pandemi dinyatakan berakhir pun diprediksi hanya sekitar 84 persen pengunjung yang akan datang ke mal.

Perlu diketahui, setelah diberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, jumlah pengunjung mal anjlok hingga setengah atau 49 persen dari sebelumnya.

Konsumen mengunjungi mal hanya untuk berbelanja kebutuhan sehari-sehari atau membeli obat dan vitamin.

Pergeseran perilaku konsumen yang mengutamakan faktor kesehatan dan kebersihan di dalam mal merupakan penyebab anjloknya kunjungan mal.

Oleh karena itu, para pengembang dan pengelola pusat perbelanjaan perlu meyakinkan  konsumen untuk kembali datang dengan cara memastikan protokol kesehatan diterapkan secara ketat.

Protokol kesehatan yang perlu dilakukan yakni, melakukan pengukuran suhu tubuh, menerapkan disiplin pemakaian masker untuk semua pengunjung dan pekerja mal.

Kemudian, menyediakan alat pencuci tangan di setiap sudut, membuat batas jarak antrian, serta melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.

Konsumen juga mengharapkan agar para karyawan pengelola mal dan peritel menggunakan masker, sarung tangan, dan pembersih tangan.

Director Consumer Insight Nielsen Connect Indonesia Rusdy Sumantri mengatakan, pengelola mal juga perlu untuk menyediakan fasilitas teknologi untuk meminimalisasi penyebaran virus Covid-19.

“Pusat perbelanjaan dapat mengadaptasi inovasi teknologi seperti menggunakan sensor tanpa sentuhan pada tombol lift atau mesin tiket parkir dan pada alat-alat di area toilet," kata Rusdy dalam siaran pers, Senin (15/6/2020).

Menurut Rusdy, hal tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga mereka merasa lebih aman dan nyaman ketika hendak mengunjungi mal. 

Pengelola mal juga perlu meyakinkan konsumen agar merasa aman kembali mengunjungi mal dengan memberikan informasi yang intens dan berkala.

"Mengomunikasikan segala bentuk upaya atau inovasi yang dilakukan juga sangat penting untuk membangun kepercayaan pengunjung serta bangkit untuk menjalankan bisnis dengan lebih baik lagi ke depannya," pungkas Rusdy.

https://properti.kompas.com/read/2020/06/15/181514121/riset-memprediksi-hanya-84-persen-pengunjung-ke-mal-usai-pandemi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar