Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sepekan Pasca-Lebaran, Trafik Tol Trans-Sumatera Turun 42,62 Persen

Executive Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya J Aries Dewantoro mengatakan, tahun lalu total kendaraan yang melintas pasca-Lebaran mencapai 1,2 juta kendaraan.

Jumlah tersebut masih dalam kondisi Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) fungsional dan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) Seksi 1 belum difungsikan.

"Sedangkan tahun ini hanya 600.000-an kendaraan,” ungkap Aries dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2020).

Penurunan tersebut tak terlepas dari dampak pandemi Covid-19 dan arahan pemerintah untuk tidak melakukan mudik Lebaran 2020.

Trafik lalu lintas pada sepekan setelah Lebaran 2020 berasal dari kendaraan yang masuk dan keluar melalui beberapa gerbang tol (GT).

GT tersebut yakni GT Bakauheni Selatan di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), GT Kayu Agung di ruas Tol Terpeka, GT Palembang, dan GT Indralaya di ruas Tol Palembang–Indralaya (Palindra).

Kemudian, GT Binjai dan GT Helvetia di ruas Tol Medan–Binjai (Mebi), GT Pekanbaru, dan GT Minas di ruas Tol Permai Seksi 1.

Peningkatan volume kendaraan paling signifikan di JTTS terjadi pada Senin (25/5/2020),  dilintasi sebanyak 43.751 kendaraan.

Angka ini meningkat 10.966 kendaraan dibandingkan dengan hari sebelumnya, yakni hanya 32.785 kendaraan.

Menurut Aries, peningkatan tersebut menjadi yang paling signifikan dalam seminggu pasca-Lebaran 2020. Apalagi, lalu lintas harian rata-rata hanya sekitar 1.000 hingga 2.000 kendaraan.

Namun, penurunan volume kendaraan yang cukup signifikan justru terjadi keesokan harinya, yaitu Selasa (26/5/2020).

Pada hari tersebut, kendaraan yang melintas hanya sebanyak 39.150 unit atau berkurang 4.601 kendaraan dari hari sebelumnya sebanyak 35.549 kendaraan.

Perusahaan tetap melakukan berbagai persiapan agar dapat memberikan pelayanan optimal bagi kendaraan yang masih diizinkan untuk melintas di seluruh ruas tol yang dikelola, termasuk ruas Tol Permai Seksi 1 yang dibuka fungsional.

Hutama Karya juga melakukan penyekatan di GT Pekanbaru dan GT Minas. Hasilnya, 14.250 kendaraan terjaring.

Rinciannya, 14.205 kendaraan diizinkan melanjutkan perjalanan karena memenuhi kriteria. Sedangkan 45 kendaraan harus diputarbalikkan ke daerah asalnya.

https://properti.kompas.com/read/2020/06/02/154113821/sepekan-pasca-lebaran-trafik-tol-trans-sumatera-turun-4262-persen

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar