Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Profil Proyek Penyediaan Air Minum Senilai Rp 6,4 Triliun

Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Permukiman Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Haryo Bekti Martoyoedo menjelaskan penamaan proyek ini diambil dari Waduk Jatiluhur yang juga bernama Waduk Ir H Djuanda.

"Proyek yang diusulkan oleh calon pemrakarsa dan dinamai SPAM Regional Ir H Djuanda karena mengambil nama dari Waduk Jatiluhur," ungkap Haryo dalam konferensi virtual, Kamis (28/5/2020).

Haryo melanjutkan, hal yang melatarbelakangi pembangunan proyek tersebut adalah minimnya ketersediaan akses air minum dan air perpipaan.

Survei Sosial Ekonomi Nasional 2018 oleh Badan Pusat Statistik menunjukkan, capaian akses air layak minum secara nasional baru mencapai 61,29 persen.

Sedangkan, layanan air minum perpipaan baru mencapai 20 persen dari total jumlah seluruh penduduk di Indonesia.

Akibat rendahnya cakupan layanan tersebut menyebabkan masyarakat menggunakan air tanah yang berdampak pada penurunan tanah.

Ancaman tersebut akan terjadi di kota-kota besar di Indonesia, terutama DKI Jakarta dengan angka penurunan muka tanah satu hingga 20 sentimeter per tahun.

Oleh itu, Pemerintah berupaya memberikan pemenuhan penyediaan air minum melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), termasuk SPAM Regional Ir H Djuanda.

"Opsi ini dipilih karena APBN sangatlah terbatas, termasuk penyediaan untuk infrastruktur air minum," kata Haryo.

Saat ini, proyek SPAM Ir H Djuanda telah memasuki tahap konsultasi publik dan selanjutnya akan dilakukan penyusunan studi kelayakan (feasibility study) dilengkapi dengan nota kesepahaman dengan calon pembeli pada Juni-Agustus 2020 mendatang.

Kemudian, lelang akan dilakukan pada kuartal-IV Tahun 2020 hingga 2021. Kemudian, pelaksanaan konstruksi akan dilakukan selama 2 tahun yakni tahun 2021 hingga 2023.

Selanjutnya, operasional secara komersial ditargetkan akan dilakukan pada tahun 2023 dan kerja sama selesai pada tahun 2050.

Adapun pemrakarsa proyek tersebut terdiri dari konsorsium MMVP seperti Mayniland Water Serv. Inc., Metropac Water Invest. Corp., PT Varsha Zamindo Lestari, PT PP (Persero) Tbk, dan PT PP Infrastruktur.

Bendungan Jatiluhur akan memenuhi kapasitas penyediaan air minum sebesar 10.000 liter per detik (lpd).

Jaringan SPAM Djuanda ini dirancang memenuhi kebutuhan pembeli ke wilayah DKI Jakarta sebesar 3.500 lpd, Kota Bekasi 1.000 lpd, Kabupaten Bekasi 2.000 lpd, Kabupaten Bogor 2.000 lpd, dan Kabupaten Karawang 850 lpd.

https://properti.kompas.com/read/2020/05/29/070000321/profil-proyek-penyediaan-air-minum-senilai-rp-6-4-triliun

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar