Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

8 Hari Masa Lebaran, 40.830 Kendaraan Pemudik Dipaksa Putar Balik

Menurutnya, pembatasan aktivitas tersebut berdampak pada berkurangnya volume lalu lintas di ruas-ruas tol yang dikelola.

Jasa Marga sendiri mencatat, penurunan arus lalin pada tahun ini sangat signifikan. Pada H-7 sampai dengan H+1 Lebaran tahun 2019, total jumlah kendaraan yang melintas sebanyak 1,21 juta.

Namun pada tahun ini, jumlah tersebut berkurang menjadi 465.582 kendaraan.

Tak hanya volume trafik, pembatasan aktivitas dan larangan mudik juga berdampak pada banyaknya kendaraan yang dialihkan.

Meski Pemerintah telah melakukan penyekatan di beberapa titik jalan tol, namun masih ada kendaraan yang nekat melintas.

Kendaraan-kendaraan yang bukan pengecualian untuk melewati tol pun terpaksa harus diputarbalik.

"Kami mencatat perubahan pergerakan masyarakat dalam rangka arus mudik dan balik Lebaran pada tahun ini," kata Dwimawan dalam konferensi video di Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Menurutnya, selama arus mudik dan balik atau pada periode H-7 sampai H+1 Lebaran (17 Mei-26 Mei 2020), total sebanyak 40.830 kendaraan dialihkan.

Mayoritas dari kendaraan tersebut adalah mobil pribadi dengan persentase sebanyak 95 persen.

Dari jumlah itu, pengalihan kendaraan paling banyak terjadi di titik penyekatan di Cikarang Barat KM 31 A, yakni sebanyak 33.389 kendaraan .

Para pengguna jalan yang terindikasi akan melakukan perjalanan mudik tersebut kemudian dialihkan melaui Gerbang Tol (GT) Cikarang Barat.

"Terlihat indikasi dengan melakukan perjalanan mudik. Mereka dikeluarkan di GT Cikarang Barat," ucap dia.

https://properti.kompas.com/read/2020/05/27/175604821/8-hari-masa-lebaran-40830-kendaraan-pemudik-dipaksa-putar-balik

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke