Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kampanye "Stay at Home" Bikin Trafik Tol Turun Signifikan

Kampanye tersebut berisi imbauan masyarakat untuk berada di rumah atau stay at home dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona setelah terjadi peningkatan cukup besar kasus terkonfirmasi positif di Indonesia.

"Penurunan terbesar (trafik jalan tol) itu dari campaign sebenarnya," ungkap Danang dalam diskusi daring INSTRAN, Minggu (10/5/2020).

Setelah terjadi lonjakan kasus virus Corona, Pemerintah secara resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan aturan larangan mudik.

Danang menyebut, salah satu ruas tol yang mengalami trafik penurunan signifikan adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Jakarta-Merak.

Hal ini sejalan dengan data Kementerian PUPR yang mencatat terjadinya penurunan trafik jalan tol sebesar 60 persen.

Angka tersebut disumbang dari penurunan 14 ruas tol yang tersebar di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat selama PSBB sebesar 42 persen hingga 60 persen. 

Tujuh dari 14 ruas tol tersebut berada di Jakarta diantaranya, Tol Cawang-Tomang-Pluitt, Tol Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga/Pluit, Tol JORR Non S (Seksi E1, E2, E3), JORR S, JORR W2 Utara, JORR W2 S, dan Tol Prof Dr. Ir. Sediyatmo.

Dari ketujuh ruas tersebut, penurunan terbesar terjadi di ruas Tol Prof Dr Ir Sedijatmo sebesar 57 persen.

Sementara di Banten, terdapat dua ruas tol yang menerapkan PSBB, yakni Tol Jakarta-Tangerang dan Tol Tangerang-Merak.

Kementerian PUPR mencatat, rerata penurunan trafik pada kedua jalan bebas hambatan tersebut sebesar 37 persen.

Penurunan terbesar di ruas yang berada di Banten adalah Tol Kunciran-Serpong sebesar 60 persen.

Selanjutnya di Jawa Barat terdapat lima ruas tol yang terdampak PSBB yaitu Tol Jakarta-Bogor-Ciawi, Tol Jakarta-Cikampek, Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Tol Cikampek-Padalarang, dan Tol Padalarang-Cileunyi.

Dari kelima ruas tersebut, penurunan terbesar terjadi di Tol Jakarta-Cikampek sebesar 60 persen.

https://properti.kompas.com/read/2020/05/10/201723021/kampanye-stay-at-home-bikin-trafik-tol-turun-signifikan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar