Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Akhir 2020, Pembangunan Bendungan Bendo Selesai

Hingga saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 73,26 persen. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, Sabtu (4/4/2020) mengatakan, konstruksinya ditargetkan rampung pada akhir tahun 2020.

Bendungan Bendo dibangun dengan tinggi 71 meter dan akan membendung Sungai Keyang. Sungai ini adalah anak Sungai Bengawan Madiun yang juga merupakan anak Sungai Bengawan Solo.

Infrastruktur tersebut dirancang agar mampu menampung air sebesar 43,11 juta meter kubik. Nantinya, air tersebut digunakan untuk meningkatkan irigasi seluas 7.800 hektar di Kabupaten Ponorogo dan Madiun yang merupakan sentra pertanian di Jawa Timur.

Tak hanya itu, Bendungan Bendo juga disebut bermanfaat sebagai sumber air baku doomestik dan industri berkapasitas 790 liter per detik dengan komposisi 418 liter per detik untuk Kabupaten Madiun dan 372 liter per detik bagi Kabupaten Ponorogo.

Selain itu, bendungan ini pun akan mereduksi banjir di Kota Ponorogo dari 1.300 meter kubik per detik menjadi 490 meter kubik per detik serta menjadi pembangkit tenaga listrik sebesar 1,56 megawatt.

Sebagai informasi, proses pembangunan Bendungan Bendo dilaksanakan mulai tahun 2013 menggunakan dana APBN sebesar Rp 1,032 miliar. Pengerjaan konstruksinya dilakukan melalui kerja sama operasi (KSO) antara T Wijaya Karya, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya.

Selain Bendungan Bendo, Kementerian PUPR juga tengah membangun dua bendungan lainnya di Jawa Timur yakni Bendungan Gongseng di Bojonegoro dan Bendungan Tukul di Pacitan.

Hingga saat ini, konstruksi Bendungan Gongseng mencapai 76,92 persen dan ditargeertkan selesai pada akhir tahun 2020.

Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung sebesar 22,43 juta meter kubik dan berfungsii melayani irigasi di lahan seluas 6.191 hektar.

Selain itu, infrastruktur ini juga berfungsi menyediakan layanan air baku sebesar 300 liter per detik, mereduksi banjir133,27 meter kubik per detik, serta menjadi pembangkit listrik sebesar 0,7 megawatt.

Sedangkan pembangunan Bendungan Tukul hingga kini telah mencapai 76,25 persen. Infrastruktur ini dibangun dengan kapasitas tampung sebesar 8,68 juta meter kubik dan digunakan untuk meyuplai air ke saluran irigasi seluas 600 hektar serta air baku 300 liter per detik.

Nantinya, bendungan tersebut diharapkan dapat mengendalikan debit banjir yang berasal dari anak Sungai Grindulu sehingga bisa mereduksi banjir di Pacitan.

https://properti.kompas.com/read/2020/04/04/174142321/akhir-2020-pembangunan-bendungan-bendo-selesai

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar