Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cegah Corona Meluas, Yogyakarta Siapkan Dua Tempat Karantina Pendatang

"Penyediaan tempat karantina ini untuk mengantisipasi pemudik. Ada di dua lokasi yang masing-masing berkapasitas 20 kamar dan 30 kamar," kata Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi seperti dikutip dari Antara, Jumat (3/4/2020).

Setiap pemudik/pendatang yang masuk ke Kota Yogyakarta diwajibkan melakukan isolasi selama 14 hari.

Heroe mengatakan, tempat karantina yang disediakan di dua lokasi hanya akan digunakan untuk menampung pendatang yang benar-benar membutuhkan tempat isolasi.

Sepanjang Maret, sudah ada sekitar 550 orang yang masuk ke Kota Yogyakarta dan sebagian besar menuju rumah keluarga masing-masing sehingga sampai saat ini belum ada masalah dengan kebutuhan tempat isolasi mandiri.

"Masih bisa diterima oleh warga. Pendatang wajib lapor RT/RW dan melakukan isolasi serta melakukan pemeriksaan kesehatan. Jika tidak mau mengisolasikan diri, maka segera kami tangani untuk isolasi," kata Heroe.

Heroe berharap setiap pendatang yang masuk ke Kota Yogyakarta telah menjalani pemeriksaan kesehatan dari daerah asal.

Dengan demikian, jika pendatang dinyatakan dalam kondisi tak sehat, maka tidak boleh berangkat ke Yogyakarta.

Di beberapa tempat pendatang masuk seperti terminal dan stasiun, saat ini Pemerintah Kota menyiapkan tim untuk memeriksa kondisi kesehatan pendatang secara umum dan mendata daerah asal pendatang atau pemudik.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Agus Sudrajat mengatakan,, Pemerintah sedang mencari lokasi untuk membangun dapur umum guna membantu pemenuhan kebutuhan pangan bagi pendatang yang masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan tidak memiliki tempat untuk melakukan isolasi mandiri.

"Ada beberapa titik yang kami masukkan sebagai rencana tempat dapur umum. Sedang kami lakukan pendekatan," ucap Agus.

https://properti.kompas.com/read/2020/04/03/105056721/cegah-corona-meluas-yogyakarta-siapkan-dua-tempat-karantina-pendatang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar