Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Melihat Peluang Bisnis Perkantoran Dunia di Tengah Wabah Corona

Hal tersebut berdampak sangat besar. Karena, dapat menjerumuskan banyak industri global pada fase kelumpuhan.

Mulai dari pembatalan penerbangan dan karantina massal hingga terjadi gangguan pada rantai pasokan dan pasar keuangan.

Mengesampingkan implikasi kesehatan yang serius dari wabah ini, epidemi virus Corona juga membuat sejumlah perusahaan secara massal menutup kantornya.

Bukan tanpa sebab, hal tersebut dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus Corona yang mungkin saja menular dari karyawan satu ke karyawan lain. Untuk menghindari hal tersebut, para karyawan diperbolehkan bekerja dari rumah.

Lantas, apakah dengan ditutupnya perkantoran secara massal akibat virus Corona ini membuat pasar perkantoran jatuh?

Melansir Arch Daily, virus Corona tidak secara langsung menghancurkan konsep bekerja di gedung perkantoran.

Namun, virus tersebut memang telah memberi kesempatan para karyawan untuk bekerja dari rumah sampai keadaan kembali normal.

Bahkan, sejak awal Februari, jutaan karyawan di China telah bekerja dari rumah. Sementara itu, beberapa perusahaan besar di dunia juga telah melakukan hal yang sama.

Sebut saja, Amazon, Facebook, Google, dan Microsoft yang memberi kesempatan kepada para karyawannya untuk bekerja dari rumah mulai awal Maret.

Virus Covid-19 tersebut mungkin telah menyebabkan peningkatan besar-besaran karyawan yang bekerja dari rumah.

Misalnya, di Amerika Serikat telah meningkat sebanyak 173 persen dibanding tahun 2005.

Dibanding tahun 2017, para karyawan di Uni Eropa yang bekerja dari rumah mengalami peningkatan sebanyak 5 persen.

Sebut saja, Belanda dengan kenaikan sebesar 13 persen, Luksemburg 12 pesen, serta Finlandia sebanyak 12,3 persen.

Minat bekerja dari rumah bukanlah akhir dari segalanya. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan karyawan dengan talenta yang mumpuni.

Bahkan, sebuah studi di Universitas Stanford, California menguji 250 orang karyawan di Amerika Serikat pada tahun 2017 lalu.

Hasilnya, bekerja dari rumah meningkatkan produktivitas karyawan sebesar 13,5 persen. Karena bekerja dari rumah memungkinkan karyawan tak mudah mengalami sakit serta dapat meningkatkan kualitas kerja.

Dari perspektif karyawan, keuntungannya sangat jelas. Karena, lebih sedikit waktu dan uang perjalanan, keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi yang lebih baik, serta suasana yang tenang dan produktif.

Sementara itu, menurut Global Workplace Analytics mencatat bahwa 80 hingga 90 persen tenaga kerja di Amerika Serikat mengatakan mereka ingin bekerja dari rumah, setidaknya untuk paruh waktu.

https://properti.kompas.com/read/2020/03/12/140000021/melihat-peluang-bisnis-perkantoran-dunia-di-tengah-wabah-corona-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar