Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

[POPULER PROPERTI] Pemerintah Segera Bangun RS Corona

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah segera merealisasikan pembangunan rumah sakit terintegrasi khusus Corona di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, menjadi berita terpopuler di kanal Properti Kompas.com, Jumat, (6/3/2020).

Artikel menarik lainnya yang menempati urutan kedua terpopuler adalah 4 kesalahan yang dilakukan orang saat mendekorasi rumahnya sehingga terlihat murahan.

Terakhir, Pemerintah segera menyusun rencana induk pembangunan infrastruktur terintegrasi di Kawasan Ibu Kota Negara (IKN), Kalimantan Timur.

Berikut ini berita selengkapnya:

Pemerintah Segera Bangun RS Corona Berkapasitas 1.000 Pasien

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Pemerintah segera merealisasikan pembangunan rumah sakit terintegrasi khusus Corona di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.

Hal tersebut diungkapkan Basuki saat meninjau lokasi eks Camp Vietnam bersama rombongan Panglima TNI di Galang, Batam, Rabu (4/3/2020).

“Kami sudah cek dan lihat berbagai fasilitas yang ada sudah cukup memadai. Fasilitas listrik, air, dan bekas gedung rumah sakit juga sudah ada. Nanti tinggal kami perbaiki dan lakukan renovasi,” ucap Basuki.

Basuki melanjutkan, setelah melakukan peninjauan, pembangunan akan segera dimulai. Hal tersebut sejalan dengan kondisi fasilitas yang telah dimiliki.

4 Kesalahan Ini Bikin Dekorasi Rumah Terlihat Murahan

Mendekorasi setiap sudut ruang di dalam rumah tentu menjadi bagian yang menyenangkan. Tetapi, mendekorasi rumah membutuhkan anggaran yang tak sedikit.

Para pemilik rumah pun berbondong-bondong mencari dekorasi yang murah agar tetap terlihat bergaya.

Sebelum memutuskan mendekorasi rumah dengan anggaran minim ketahui terlebih dahulu beberapa kesalahan yang bisa saja Anda lakukan sehingga membuat dekorasi rumah terlihat murahan.

Mei 2020, Rencana Induk Infrastruktur IKN Dipresentasikan di Depan Jokowi

Pemerintah segera menyusun rencana induk pembangunan infrastruktur terintegrasi di Kawasan Ibu Kota Negara ( IKN), Kalimantan Timur.

Penyusunan rencana induk itu dilakukan setelah Pemerintah mengantongi tiga hasil karya dari Sayembara Gagasan Desain Kawasan IKN tingkat nasional.

Menurut Direkur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H. Sumadilaga, penyusunannya melibatkan sejumlah kementerian, seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

https://properti.kompas.com/read/2020/03/06/104834621/populer-properti-pemerintah-segera-bangun-rs-corona

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar