Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Perumahan Dekat Stasiun Cilebut Dibanderol Rp 390 Jutaan

Perumahan yang berjarak 1 kilometer dari Stasiun Kereta Listrik (KRL) Cilebut, ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 390 jutaan untuk tipe satu lantai.

Emerald Cilebut merupakan proyek keenam yang ditawarkan dengan segementasi pasar kelas menengah.

Direktur Utama Emerald Land Development Dodi Pramono mengatakan pengembangan Emerald Cilebut dilakukan bertahap.

Tahap awal dibangun Klaster Astoria seluas 2 hektar yang mencakup tipe hunian satu lantai, yaitu Amethyst (80 unit) seharga mulai dari Rp 390 jutaan dan tipe dua lantai Topaz  (40 unit) yang dipatok Rp 600 jutaan.

Tahap kedua, Emerald Land Development membangun area komersial yang terdiri dari rumah dan toko (ruko) sebanyak 23 unit dan pasar bersih.

"Kami menargetkan pembangunan fisik rampung pada pertengahan tahun 2021 dan serah terima secara bertahap enam bulan setelah akad kredit untuk tipe satu lantai," tutur Dodi kepada Kompas.com, Jumat (21/2/2020).

Sedangkan tipe rumah dua lantai bisa diserahterimakan pada delapan bulan setelah akad kredit.

Dodi mengungkapkan, Emerald Cilebut hadir memenuhi kebutuhan hunian dengan kemudahan akses transportasi umum, baik berbasis rel maupun jalan tol.

“Saat ini pembangunan infrastruktur sudah mencapai 80 persen,” imbuhnya.

Dodi mengklaim seluruh aspek legal Emerald Cilebut telah terpenuhi, termasuk izin prinsip, dan izin mendirikan bangunan (IMB).

“Untuk menambah kenyamanan bagi konsumen, saat ini kami tengan mengajukan proses pemecahan sertifikat kepemilkian per-unit,” kata Dodi.

Disebutkan Dodi, Cilebut Barat merupakan daerah tujuan utama masyarakat yang beraktivitas di Jakarta dan sekitarnya saat mencari rumah.

Memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi, dekat ke sentral transportasi publik seperti commuter line dan akses tol, serta hanya 10 menit menuju pusat pemerintahan.

Selain hunian, Emerald Land Development akan melengkapi Emerald Cilebut dengan membangun sentra kuliner serta pasar bersih bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kami melihat, Cilebut Barat merupakan sentra industri rumahan (UMKM). Namun hingga sekarang belum ada tempat yang refresentatif bagi aktivitas bisnis mereka," cetus Dodi.

Oleh sebab itu, Emerlad Land Development akan membangun pasar bersih di dalam kawasan perumahan.

https://properti.kompas.com/read/2020/02/21/233439421/perumahan-dekat-stasiun-cilebut-dibanderol-rp-390-jutaan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar