Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tanah Benny Tjokro Diblokir Kejagung, Ini yang Harus Dilakukan Konsumen

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa bulan terakhir, banyak permasalahan yang terjadi di sektor perumahan. Mulai dari penipuan perumahan berkedok syariah seperti yang dilakukan oleh PT Wepro Citra Sentosa hingga PT ARM Citra Mulia yang menelan banyak korban.

Terbaru adalah kasus pemblokiran sejumlah sertifikat tanah milik Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Lantas, apa yang harus dilakukan konsumen jika perumahan yang dibeli disita oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung)?

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengaduan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Aji Warsito mengatakan, meski Kejagung melindungi hak konsumen yang membeli rumah di Forest Hill dan Millenium City yang dikembangkan Hanson, konsumen pun berhak mengetahui status kejelasan dari bukti kepemilikan tanah.

"Tetapi, menurut kami konsumen juga punya hak untuk mendapatkan informasi mengenai status kejelasan dari bukti kepemilikan tanah mereka," ucap Aji pada Kompas.com, Jumat, (8/2/2020).

Aji melanjutkan, jika proses hukum nanti diputuskan bahwa tanah tersebut harus disita  oleh negara, maka PT Hanson International Tbk harus bertanggung jawab kepada konsumen.

"Hanson harus bertanggung jawab kepada konsumen mereka dengan cara mengembalikan refund (pengembalian) dana konsumen," ucap Aji.

Selain itu, menurut Aji, konsumen juga dapat melakukan upaya hukum melalui gugatan Perdata kepada PT Hanson International Tbk.

Sementara itu, Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida mengatakan para konsumen yang membeli perumahan tersebut tak perlu khawatir, karena pihaknya akan memfasilitasi dengan melalukan crosscheck kepada aparat penegak hukum sudah sejauh mana kasus tersebut berjalan.

"Jadi, kalau end-user punya permasalahan seperti itu tulis surat saja ke REI, nanti REI akan membantu fasilitasi kepada aparat penegak hukum," ucap Totok, Jumat, (7/2/2020).

Totok mengatakan, saat ini REI sudah memiliki Kepala Bidang Advokasi dan Perlindungan Konsumen. 

Masyarakat bisa melapor sesuai dengan domisili daerah tinggal yang nantinya akan dikoordinasikan dengan REI pusat.

Adapun, Analis Hukum Pertanahan dan Properti Eddy Leks mengatakan secara umum jika konsumen menemui hal serupa pada perumahan yang terindikasi mengalami pemblokiran atau penyitaan, harus melakukan pengecekan atas status tanah yang dibeli ke kantor pertanahan setempat.

"Melakukan pengecekan atas status tanahnya pada kantor pertanahan setempat," ujar Eddy pada Kompas.com, Jumat, (7/2/2020).

Setelah itu, konsumen dapat mengawasi proses peradilan dan menunggu putusan Kejagung apakah tanah yang dibeli masuk dalam putusan pengadilan sebagai bagian tanah yang dirampas oleh negara.

"Jika ya, maka pembeli atau konsumen tersebut segera mengajukan surat keberatan dalam waktu yang ditentukan oleh UU, tidak lebih dari 2 bulan setelah putusan diucapkan di sidang terbuka untuk umum," tutup Eddy.

https://properti.kompas.com/read/2020/02/08/142141621/tanah-benny-tjokro-diblokir-kejagung-ini-yang-harus-dilakukan-konsumen

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar