Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jokowi Puji Gubernur Kalsel, Mampu Berkolaborasi Bangun TPA Regional

Dalam peresmian ini, Jokowi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Mahfud MD, dan Kepala Staf Kepresiden Moeldoko. 

Jokowi memuji kolaborasi dan koordinasi yang dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dengan Kementerian PUPR dalam pembangunan TPA Sampah Regional Banjarbakula.

"TPA Sampah Regional Banjarbakula menjadi contoh yang baik kolaborasi antar instansi. Tidak perlu ego kedaerahan. Apa yang telah dilakukan Gubernur Kalimantan Selatan dalam pengeloaan bisa dijadikan contoh oleh provinsi lainnya," papar Jokowi.

Menurut Jokowi, sampah bukan persoalan sepele. Ribuan ton sampah ada yang tidak bisa ditangani dan kerap menyebabkan musibah.

Terlebih kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan yang menimbulkan bencana, aroma yang tidak sedap, penyakit, pencemaran lingkungan, pencemaran air dan banjir.

"Sampah ini akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk. Jadi, TPA perlu ditata dengan sistem pengelolaan moden dan baik seperti TPA Sampah Regional Banjarbakula," imbuh Jokowi.

Dengan demikian, Jokowi yakin TPA Sampah Regional Banjarbakula yang dirancang seluas 15 hektar akan berjalan dengan baik.

Dari total luas lahan tersebut, 8 hektar di antaranya telah dikembangkan dan melayani masyarakat dengan kapasitas 790 ton sampah per hari.

Meski TPA sudah beroperasi, Jokowi mengingatkan masyarakat harus dilatih mandiri dalam mengelola sampah terutama dalam prinsip 3R reuse, reduce, dan recycle.

Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah.

Dan recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Kehadiran TPA ini, lanjut Jokowi, mendorong inovasi  pengolahan sampah agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat seperti pemenuha kebutuhan bahan baku energi liatrik.

Untuk diketahui Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan TPA Sampah Regional Banjarbakula yang berada di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

“Pembangunan TPA Sampah Regional sangat efesien dalam mengolah sampah kawasan. Namun program ini tidak akan berjalan tanpa dukungan dari Pemerintah Kabupaten atau Kota, terutama dalam penyediaan lahan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Adapun manfaat dari pembangunan TPA Sampah Regional Banjarbakula, adalah untuk meningkatkan pemrosesan akhir sampah di kawasan Banjarbakula.

Pembangunan TPA Sampah Regional Banjarbakula merupakan dukungan Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya kepada Pemerintah Daerah.

Pembangunannya dilakukan sejak 12 Mei 2017 dan telah rampung pengerjaan pada 30 November 2018 dengan anggaran sebesar Rp 149 miliar dalam bentuk kontrak tahun jamak (multiyears contract) 2017-2018.

TPA Banjarbakula mencakup 4 sel landfill, Unit Pengolah Lindi, Bangunan Cuci Kendaraan, dan Bangunan garasi.

Kemudian jalan operasi, pembangunan jembatan timbang, pengadaan aliran listrik PLN, kantor dan pos jaga, pekerjaan bangunan gerbang, pagar keliling, dan tapping air bersih.

Penggunaan sistem sanitary landfill pada TPA ini bertujuan untuk membuat kawasan di sekitar tidak tercemar dan bau dari timbunan sampah.

Berbeda dengan sistem open dumping, sampah hanya dibuang begitu saja tidak diproses lebih lanjut.

Untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya juga memberikan hibah alat berat kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berupa 1 unit excavator dan 1 unit loader.

Pengelolaannya akan dilakukan oleh Unit Pengelola Teknis (UPT) di bawah Pemerintah Provinsi. TPA Sampah Banjarbakula saat ini sudah beroperasi, dan telah dimanfaatkan penggunaannya. 

https://properti.kompas.com/read/2020/02/07/193339621/jokowi-puji-gubernur-kalsel-mampu-berkolaborasi-bangun-tpa-regional

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar