Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kepercayaan Publik Turun, Lippo Sempat Pangkas Belanja Iklan Meikarta

Tak hanya skala pengembangan dan gencarnya promosi iklan, dalam perkembangannya kemudian, petinggi PT Lippo Cikarang Tbk terseret kasus suap terkait perizinan Meikarta.

Alhasil, pembangunan fisik sempat mengalami kemandekan sebelum kemudian dilanjutkan kembali, dan konsumen ramai menuntut pengembalian uang tunai (refund).

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)  melaporkan, aduan mengenai pengembangan kota mandiri tersebut menempati posisi teratas sepanjang 2019.

Chief Marketing Officer Meikarta (CMO) Lilies Surjono menuturkan, banyak orang menganggap proyek pengembangan ini mangkrak karena tidak ada iklan besar seperti pada awal peluncuran proyeknya pada tahun 2017 silam.

Berbagai media mulai dari cetak, televisi, online, hingga radio mengampanyekan iklannya. Beberapa lokasi strategis pun tak luput dari jangkauan pemasangan iklan Meikarta.

Berkurangnya volume iklan membuat banyak orang menganggap jika pembangunan proyek ini mandek.

"Tahun lalu tidak terlalu mengiklankan karena kami fokus pembangunan jalan, topping off. Kenapa kita tunggu Januari 2020, pada saat semua bukti sudah ada," kata Lilies di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Lilies mengungkapkan, setelah perkembangan kontruksi Meikarta diumumkan ke publik, pada awal tahun ini pihaknya akan memulai kampanye dan promosi kembali.

Iklan dan kampanye besar-besaran saat itu memang bertujuan untuk meningkatkan awareness masyarakat.

"Sekarang semua orang udah tahu Meikarta cuma tinggal kami perbaiki saja persepsinya," kata dia.

Untuk itu, saat ini fokus kampanye dan iklan Meikarta selain menawarkan proyek yang tengah digarap juga memberikan informasi kepada publik dan konsumen tentang kelanjutan konstruksi.

"Pembeli bisa memantau (konstruksi) dari live CCTV 24 jam melalui Meikarta.com atau channel 338 First Media, email blast ke pembeli, Instagram, dan Meikarta owner lounge di District 1," kata Lilies.

Penasihat PT Lippo Cikarang Tbk Henry Riady mengatakan, saat ini fokus pada penyelesaian  konstruksi bangunan.

"Ini kami lakukan untuk kembali menarik minat masyarakat," kata Henry.

Hingga saat ini, pembangunan apartemen di District 1 sudah mencapai tahap tutup atap untuk 22 menara, sementara enam tower sisanya akan dilaksanakan pada akhir Februari 2020.

Adapun pembangunan untuk District 2 telah dimulai sejak tahun lalu. Progresnya sendiri kini mencapai 40 persen.

"Sebenarnya kita kasih bukti nyata bahwa kita tetap membangun dan hunian mereka tetap jadi," kata dia.

https://properti.kompas.com/read/2020/01/21/220843021/kepercayaan-publik-turun-lippo-sempat-pangkas-belanja-iklan-meikarta

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar