Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mengintip Sarimanah Office, Kantor Arsitek Bergaya Rumahan

Meskipun berfungsi sebagai kantor, namun denah bangunan dibuat seperti rumah tinggal, untuk menghadirkan suasana khas rumahan. 

Tentu, bukan tanpa alasan. Konsep desain kantor arsitek yang kental atmosfer rumahan ini diusung karena para desainer lebih banyak menghabiskan waktu di kantor.

Diharapkan kantor ini bisa menjadi rumah kedua bagi mereka sehingga dapat mendorong produktivitas.

1. Ruang Makan Sekaligus Ruang Meeting

Ruang makan yang sekaligus berfungsi sebagai ruang meeting, dirancang dengan pencahayaan alami yang optimal.

Pintu kaca geser ditambahkan pada salah satu sisi ruangan yang menghadap ke taman.

Sementara di sisi ruangan lainnya, terdapat pula bukaan lebar yang menghadap ke area tangga menuju lantai dua.

Ruang makan serba putih ini jauh dari kesan serius berkat furnitur kayu eksotis.

Meja besar dengan tekstur kayu solid didampingi kursi-kursi kayu kombinasi rotan, menghadirkan kesan santai nan hangat.

Desain kantor arsitek sengaja dibuat agar para karyawan lebih rileks, sehingga meminimalisasi tingkat stres akibat deadline pekerjaan yang ketat.

2. Dapur Luas yang Terbuka

Tak hanya sebagai tempat untuk mempersiapkan makanan dan minuman, dapur dirancang sebagai ruang untuk berdiskusi dengan ukuran yang terbilang cukup luas.

Dapur island dilengkapi dengan kitchen sink dan kompor tanam, menjadi penanda ruang dapur tanpa sekat.

Untuk kesan dinamis dan memecah kebosanan, ditambahkan tiga buah lampu gantung menggunakan kap lampu dengan bentuk yang berbeda-beda.

3. Desain Kantor Arsitek dengan Kamar Mandi Nuansa Kerikil Koral

Kamar mandi semakin hidup dengan tambahan tanaman hijau. Material beton ekspos yang menjadi ciri khas desain minimalis, ditampilkan pada meja wastafel.

Sedangkan, dinding kamar mandi dicat warna putih untuk memberikan kesan bersih dan terang.

4. Area Tangga Minimalis dengan Sentuhan Kerikil Koral

Selain di taman dan di kamar mandi, kerikil-kerikil koral juga disebarkan pada bagian bawah area tangga menuju ke lantai dua.

Melengkapi unsur alami ini, dekorasi berupa gerabah ditempatkan di salah satu sudut area tangga.

Sementara itu, tangga yang dipilih adalah model tangga spiral dari bahan metal yang dicat serba putih, senada dengan dinding di sekitar area tangga.

Efeknya, area tangga menjadi tampak terang.

5. Studio dengan Pencahayaan Alami

Studio juga tampak terang dengan cahaya matahari yang melimpah berkat penggunaan kaca di bagian dinding depan dan juga adanya skylight.

Lampu-lampu sorot pada langit-langit meningkatkan kolom pandang terjaga luas. Di studio ini, material beton ekspos ditampilkan di salah satu sisi dinding ruangan.

Pola garis yang tebentuk dari bidang-bidang persegi panjang pada dinding menjadi karakter autentik dari bangunan.

Material dan pola-pola yang tidak rumit ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Material beton ekspos dengan pola yang sama berlanjut hingga bagian fasad bangunan.

6. BOD Office Minimalis

Nuansa minimalis semakin kental dengan langit-langit dari material beton tanpa finishing yang senada dengan warna lantai.

Selain itu, hanya ada furnitur-furnitur keperluan kerja saja yang ada di ruangan ini. Yakni sebuah meja, rak buku, kursi-kursi kayu, dan lemari pendek berlaci.

Dekorasi yang ditambahkan pun sama sekali tak berlebihan, yaitu dua buah lampu gantung dan tanaman hijau mungil dalam pot.

Pada siang hari, ruangan ini mengandalkan cahaya matahari dari jendela kaca yang berukuran cukup besar.

Fokus dari desain kantor arsitek yang minimalis ini sebenarnya terletak pada tujuan bangunan yang memenuhi kebutuhan dasar para karyawannya.

Yaitu tempat kerja yang nyaman serasa di rumah sendiri. Dekorasi yang sangat minim justru menghasilkan kesan yang elegan.

Jika Anda perhatikan, benang merah nuansa abu-abu dihadirkan dengan beragam cara.

Mulai dari penggunaan material beton, semen ekspos, hingga batu kerikil.

Mengintegrasikan beragam elemen dan tekstur dengan warna senada, berhasil menciptakan desain harmonis yang memukau tanpa ornamen yang berlebihan.

Menarik dan tidak membosankan, bukan?

https://properti.kompas.com/read/2020/01/11/140000121/mengintip-sarimanah-office-kantor-arsitek-bergaya-rumahan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar