Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Selain Bendungan Karian, Pemerintah Bangun Tanggul Atasi Banjir Lebak

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, untuk mencegah berulangnya banjir bandang di Kabupaten Lebak, Banten, akan dibangun tanggul.

Saat ini tanggul tersebut sedang dalam proses desain untuk selanjutnya dilakukan pengukuran di lokasi.

"Jadi, dipetakan dulu, kemudian diukur dulu. Nah, kita akan bikin tanggulnya karena itu persis di tikungan," ungkap Basuki, di Kementerian PUPR, Jumat, (10/1/2020).

Basuki melanjutkan pekerjaan pembangunan tanggung tersebut akan dilakukan pada tahun 2020.

Selain tanggul, Kementerian PUPR juga tengah memperbaiki Bendungan Karian yang terletak di wilayah antara Sungai Ciberang dan Pondok Pesantren (Ponpes) La Tansa.

Bendungan Karian merupakan bendungan irigasi sekaligus pengendali banjir yang berfungsi sebagai pengarah arus.

Bendungan yang berlokasi di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, ini ditargetkan  rampung pada Maret 2021 mendatang.

Hingga saat ini, progres pembangunan Bendungan Karian mencapai 56,5 persen. Setelah rampung, bendungan ini bakal memiliki kapasitas tampung sebesar 314.7 juta meter kubik dan luas genangan maksimum sebesar 1,740 hektar.

Nantinya, bendungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menambah kebutuhan suplesi ke Daerah Irigasi (DI) Ciujung dengan luas 22.000 hektar.

Selain irigasi, Bendungan Karian juga berfungsi mengendalikan banjir Sungai Ciberang sebesar 60,8 juta meter kubik saat musim hujan.

Keberadaan bendungan tersebut juga akan menyuplai air baku untuk kebutuhan rumah-tangga dan industri di 9 kota/kabupaten di Provinsi Jakarta dan Banten sebesar 14,6 meter kubik per detik.

Kesembilan kota atau kabupaten tersebut yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon sebesar 1,5 meter kubik per detik.

Kemudian, Kecamatan Rangkasbitung dan Maja Kabupaten Lebak sebesar 0,6 meter kubik per detik.

Lalu, Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor sebesar 0,2 meter per detik, dan Kabupaten Tangerang sebesar 3,6 meter kubik per detik.

Selanjutnya Kota Tangerang sebesar 2,0 meter kubik per detik, Kota Tangerang Selatan sebesar 1,8 meter kubik per detik, dan Kota Jakarta Barat sebesar 4,2 meter kubik per detik.

Guna mengalirkan air baku ke daerah-daerah tersebut diperlukan pembangunan pipa air sepanjang 47,9 kilometer untuk melayani lebih dari 5 juta jiwa.

Sebelumnya diberitakan, banjir bandang di Kabupaten Lebak, Banten Rabu, (1/1/2020) lalu menerjang enam kecamatan.

Enam kecamatan tersebut adalah Cipanas, Lebakgedong, Sajira, Curugbitung, Maja dan Cimarga termasuk Pondok Pesantren (Ponpes) La Tansa.

https://properti.kompas.com/read/2020/01/10/161648721/selain-bendungan-karian-pemerintah-bangun-tanggul-atasi-banjir-lebak

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar