Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Dengan Biogas, Selangkah Lagi Danau Toba Jadi "Bali Baru"

Bantuan tersebut berupa perlengkapan alat biogas dan buku cerita. Bantuan ini juga sebagai dukungan PT PGN kepada ikon Sumatera Utara yang dikenal dunia sebagai kawasan Geopark.

Sales Area Head PGN Medan Saeful Hadi mengatakan, kegiatan seperti ini bukan yang pertama kali mereka lakukan. Dua tahun lalu, mereka membantu mendirikan kamar mandi umum di kawasan Danau Toba.

Harapannya, semua orang bisa merasakan manfaat kehadiran PGN sebagai perusahaan penyalur energi dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar terkait pertanian.

"Biogas sama dengan gas bumi, ramah lingkungan dan hemat. Ini diperlukan oleh masyarakat sekitar untuk meningkatkan kembali ekosistemnya. Kami latih masyarakat cara memasang dan memakai biogas selama tiga hari mulai 2 November kemarin," kata Saeful lewat pesan singkatnya kepada Kompas.com, Selasa (5/11/2019).

Staf Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Badan Litbang Kementerian Pertanian Lerman Sius Haloho mengatakan, penggunaan biogas sangat cocok untuk masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba karena ramah lingkungan.

Dengan ramah lingkungan, akan mempermudah program pemerintah untuk menjadikan Danau Toba sebagai Bali Baru.

Sebagai informasi, Danau Toba telah ditetapkan sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Super Prioritas di antara 10 KSPN lain atau dikenal dengan Bali Baru.

"Kalau di Danau Toba sudah banyak enceng gondoknya, itu berarti lingkungannya sudah tidak baik, sudah tercemar. Makanya harus menggunakan organik untuk mengembalikan kelestarian danau," ungkap Lerman.

Menurut Lerman, penggunaan pupuk organik sangat penting di Danau Toba kalau ingin menjadikannya sebagai kawasan wisata dunia.

Pasalnya, masyarakat luar negeri sudah sadar dan peduli lingkungan. Bantuan PGN dinilainya sesuai dengan tujuan pemerintah dan kebutuhan masyarakat. 

"Biogas juga sangat baik untuk pertanian, selain hemat dan ramah lingkungan," katanya mengulang.

Kepala Desa Silimalombu Sahel Gultom mengucapkan terima kasih dan meminta masyarakatnya memanfaatkan sebaik mungkin.

"Kami berharap bisa menjadi contoh yang menginspirasi desa lain," kata Sahel.

https://properti.kompas.com/read/2019/11/05/122219621/dengan-biogas-selangkah-lagi-danau-toba-jadi-bali-baru

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar