Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Soal Pidato Jokowi, Kementerian PUPR: Semua Terkait Infrastruktur

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Bina Konstruksi Syarif Burhanudin menilai, pidato presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan pada Minggu (14/7/2019) malam, tidak terlepas dari rencana pembangunan infrastruktur ke depan. Sekali pun, Jokowi hanya menyebutkan satu poin secara tegas terkait infrastruktur.

Dalam pidato bertajuk Visi Indonesia, ada lima hal utama yang menjadi sorotan Jokowi, yaitu pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, dorongan investasi, reformasi birokrasi, dan penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran.

Terkait pembangunan infrastruktur, Syarif menjelaskan, memastikan tenaga kerja konstruksi memiliki kompetensi yang memadai harus dilakukan oleh banyak pihak.

Kompetensi itu paling tidak dapat dibuktikan melalui kepemilikan sertifikat keahlian.

"Inilah yang kita ingin yakinkan kepada seluruh masyarakat jasa konstruksi bahwa sertifikasi ini adalah sertifikasi yang benar-benar dipegang oleh orang yang punya kompeten di dalamnya jadi tidak ada lagi istilah abal-abal," kata Syarif saat acara penandatangan nota kesepahaman antara LPJKN dengan Kemendagri di Auditorium Kementerian PUPR, Senin (15/7/2019).

"Demikian juga pada saatnya kita melakukan registrasi tidak ada lagi registrasi yang memberikan kita ketidakpastian tentang data yang kita input itu," imbuh dia.

Syarif menambahkan, program percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi yang tengah dilakukan pemerintah saat ini merupakan bagian dari pembangunan SDM.

Saat ini, baru sekitar 512.000 tenaga kerja dari 5,2 juta tenaga kerja konstruksi yang telah bersertifikat. Artinya, jumlah tenaga kerja yang telah tersertifikat masih rendah.

Menurut Syarif, beberapa waktu lalu jumlah tenaga kerja konstruksi yang telah tersertifikasi pernah mencapai 600.000. Namun jumlah ini turun setelah dilakukan registrasi ulang.

"Ini menandakan kepada kita memang yang diregistrasi sebelumnya bisa saja batal dengan adanya pendataan baru. Karena kalau yang kemarin masih ada kekhawatiran kita tentang yang disertifikasi adalah abal-abal, maka dengan sendirinya adanya registrasi baru bisa memvalidasi lagi," tutur Syarif.

Ke depan, ia berharap, adanya program vokasi di kampus dapat turut membantu pemerintah dalam melakukan sertifikasi tenaga kerja konstruksi. Pemerintah pun telah mengalokasikan anggaran tambahan untuk menunjang hal tersebut.

Adapun dalam hal investasi, menurut dia, kepastian mengenai hal ini juga harus ditunjang dengan kemampuan SDM konstruksi yang mumpuni.

Baik itu untuk tenaga kerja dari dalam maupun luar negeri yang kerap kali menjadi syarat terjalinya investasi asing yang masuk ke Indonesia.

"Kita tidak ingin mendapatkan investor yang tidak memiliki tenaga-tenaga yang kita yakini akan kemampuannya, walaupun itu tenaga asing. Tapi itu tugas kita melakukan registrasi," ujarnya.

Sementara dalam memanfaatkan dana APBN secara efektif dan efisien, kuncinya ditentukan pada memastikan sistematikan kinerja pelaksanaan proyek yang tertata dan tersusun secara rapi dan sistematis.

"Bagaimana memastikan bahwa yang kita lakukan tidak over, baik itu dalam rangka mendata maupun data-data yang kita pegang sebagai pelaksanaan ke depan," tuntasnya.

https://properti.kompas.com/read/2019/07/15/180000321/soal-pidato-jokowi-kementerian-pupr--semua-terkait-infrastruktur

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar