Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

"Jokowi Effect", Lippo Optimistis Pasar Properti Bangkit

Tahun ini, emiten properti berkode LPKR itu berencana untuk fokus melakukan konsolidasi internal guna menyelesaikan sejumlah proyek yang tengah digarap.

"Kami ingin konsolidasi di 2019. Dan pasar itu semua baru pulih di kuartal ketiga dan keempat, akhir tahun. Enggak bisa secepat itu (pulih). Biasanya habis pelantikan presiden yang baru," ucap dia di Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Optimisme tersebut, sebut Ketut, lazim terjadi terutama pascapilpres. Pasalnya, sebelum pilpres diselenggarakan, tak sedikit calon pembeli, baik penghuni atau investor, yang cenderung menunggu atau wait and see.

"Biasanya setiap habis pemilu kan ada cycle naik permintaan. Dan semua orang optimistis. Kan permintaan properti di-drive oleh optimisme biasanya," kata Ketut.

Tahun ini, LPKR menargetkan marketing sales sebesar Rp 2 triliun. Selain itu, perseroan juga berencana menerbitkan right issue sebesar 730 juta dollar AS atau setara Rp 10,26 triliun.

Hasil dari right issue ini akan digunakan untuk memperkuat neraca perseroan dan konstruksi bagi proyek-proyek utama yang sedang berjalan, termasuk Meikarta.

Keputusan mengenai hal tersebut juga telah diambil saat rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), yang digelar di Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Pada 21 Maret lalu, LPKR telah menerima penyetoran lebih awal sebesar 280 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,94 triliun dalam bentuk tunai dari pemegang saham PT Inti Anugerah Pratama (IAP) dan anak perusahaan ayng sepenuhnya dimiliki IAP.

Penyetoran lebih awal ini merupakan penyetoran modal di muka untuk bagian hak dari IAP dalam right issue.

https://properti.kompas.com/read/2019/04/19/094730021/jokowi-effect-lippo-optimistis-pasar-properti-bangkit

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke