Salin Artikel

Pengamat Minta Beleid Pengelolaan Apartemen Dikaji Ulang

Salah satu kekhawatiran adalah adanya sekelompok orang demi kepentingan pribadi dan golongan, yang ingin mengelola Pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS).

Pengamat hukum properti, Erwin Kallo, menduga ada oknum-oknum yang mempunyai kepentingan dengan P3SRS.

Potensi dana dari biaya pengelolaan gedung atau Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) dalam sebulan diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Menurutnya, Peraturan ini diduga dijadikan alat oleh oknum-oknum yang memang punya niat menguasai P3SRS. Pasalnya, Pergub tersebut mewajibkan pengembang apartemen mengembalikan pengelolaan kepada warga.

''Secara sistematis terlihat upaya oknum-oknum untuk merebut pengelolaan P3SRS. Nuansa itu ada dan terlihat terstruktur. Ada oknum-oknum yang berlindung di balik Pergub 132, yang ternyata mereka juga memiliki apartemen dan ingin merebut pengelolaan,'' ujar Erwin dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (1/4/2019).

Menurutnya, pengembang menginginkan apartemen/rusun yang dibangunnya bisa terus terjaga dan terkelola dengan baik.

Jika pengelolaannya tidak baik, maka nama pengembang yang akan tercoreng dan sulit untuk membangun atau menjual produk apartemen di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, para pengembang menolak aturan one man one vote yang justru diamanatkan dalam Permen No 23/2018 dan Pergub No 132/2018.

“Sedangkan UU 20/2011 Pemilihan Pengurus PPPSRS tidak diamanatkan, namun Permen 23/2018 dan Pergub 132/2018 justru menambahkan hal tersebut, menurut saya itu bertentangan dengan UU,” tambah Mualim.

Kritik terhadap peraturan itu juga telah disampaikan oleh pemilik salah satu apartemen di Jakarta dan juga advokat, Razman Arif Nasution.

Ia mengaku sejak tinggal di apartemen tahun 2010, tidak ada masalah berarti yang muncul. Menurutnya P3SRS yang ada juga berjalan dengan baik dan transparan.

Untuk itu, Razman meminta Pergub ini dapat dikaji ulang. Menurutnya secara keseluruhan Pergub itu sudah sangat baik.

Hanya, ia mengkritisi Pasal 4 ayat 2 Pergub yang menyatakan bahwa P3SRS dapat membentuk atau menunjuk pengelola dalam mengelola apartemen yang dapat mendorong banyak orang menjadi berbondong-bondong untuk membentuk P3SRS.

Padahal, lanjut Razman, mengelola apartemen bukanlah hal yang mudah. Perlu badan atau orang yang profesional dalam melakukan pengelolaan.

“Tidak mudah mengurus lift, mengurus gedung, mengurus seluruh fasilitas dan mengurus hal-hal penting lainnya yang terkait keamanan dan layanan untuk penghuni yang jumlahnya ribuan,” imbuh dia.

https://properti.kompas.com/read/2019/04/01/213000921/pengamat-minta-beleid-pengelolaan-apartemen-dikaji-ulang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.