Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Lagi, Teknologi Cetak 3D Diterapkan pada Bangunan Museum

Selain menampilkan desain yang baru, pihak pengelola museum berencana untuk menggunakan fasad yang seluruhnya dicetak 3D.

Hal ini memungkinkan adanya realisasi konsep-konsep inovatif yang mudah.

Fasad baru ini didesain tembus cahaya dan memancarkan warna berbeda.

Selain itu, material bangunan ini terbagi ke dalam beberapa panel berukuran 1 meter persegi.

Elemen fasad berukuran setebal 60 sentimeter dengan tinggi 1 meter.

Di dalamnya terdapat rongga udara dengan ketebalan 15-20 sentimeter.

Fasad platik ini terinspirasi dari bentuk kain lembut yang mengelilingi bangunan.

Seperti gelombang air, tekstur permukaan fasad yang saling tumpang tindih dengan ketebalan bervariasi menciptakan pola gelombang.

Contoh material fasad dengan ukuran 1,6 x 2,8 meter sudah diuji coba pada gedung utama TUM di Munich selama satu tahun.

Mungenast memperkirakan pengaplikasian metode pembuatan fasad ini pada gedung-gedung seperti museum, perpustakaan, mal, maupun ruang meeting.

Teknik cetak tiga dimensi untuk bangunan sebelumnya memang sudah mulai dikenal banyak kalangan.

Teknologi fabrikasi ini merupakan inovasi yang mampu memangkas waktu pembangunan hanya dalam hitungan hari.

Pencetakan rumah dengan cara ini memanfaatkan teknologi robot yang dikendalikan oleh komputer.

Robot tersebut kemudian mulai mencetak bangunan sesuai dengan rancangan dari lapisan paling bawah.

Kini tak hanya rumah dan museum, barak tentara pun juga dibangun dengan memanfaatkan teknik ini.

Artikel tentang pemanfaatan teknologi cetak tiga dimensi bisa Anda baca pada tautan ini:

https://properti.kompas.com/read/2019/03/24/100000421/lagi-teknologi-cetak-3d-diterapkan-pada-bangunan-museum

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke