Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Fortress, Alternatif Pintu Rumah yang Diklaim Sekuat Brankas

Satu di antara produk inovatif yang ditawarkan adalah pintu baja untuk bangunan rumah, apartemen, perkantoran, dan komersial.

Di Indonesia, kehadiran pintu baja yang merupakan alternatif pengganti pintu rumah konvensional, sejatinya sudah sejak 2003.

Adalah PT Jaya Bersama Saputra Perkasa, salah satu perusahaan yang merintis penggunaan pintu baja untuk melindungi properti-properti dari gangguan keamanan, cuaca, dan musibah kebakaran.

Tahun ini, PT Jaya Bersama Saputra Perkasa menawarkan pintu berbahan plat baja yang dirancang menyerupai pintu kayu solid dengan brand Fortress.

"Untuk pasar dalam negeri kami menawarkan tiga varian produk dengan tujuh motif serupa urat kayu dengan pilihan dua warna putih dan aksen alami kayu," kata Pemilik sekaligus Presiden Direktur PT Jaya Bersama Saputra Perkasa Joni Effendi menjawab Kompas.com.

Tidak seperti pintu konvensional, menurut Joni, Fortress dilengkapi dengan sejumlah fitur keamanan. Salah satunya, lima titik penguncian yang membuat pintu baja ini sekuat brankas, diklaim lebih aman.

"Karena sesuai standard keamanan," imbuh Joni.

Selain fitur keamanan, inovasi yang diaplikasikan pada pintu baja ini adalah teknologi heat transferred printing yang memungkinkan tampilan pintu bercorak urat kayu dan lebih estetis.

Fortress dirancang dengan ketebalan plat panel 0,6 milimeter dan ketebalan plat kusen 0,8 milimeter.

Per unitnya berbobot 35 kilogram dengan spesifikasi ketinggian 90 sentimeter untuk pintu tunggal, 120 sentimeter untuk pintu ganda (mom and son), dan 150 sentimeter untuk pintu ganda.

Harga yang dipatok berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 8 juta per lembar pintu, di luar ongkos pemasangan.

Buka pabrik

Untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik, PT Jaya Bersama Saputra Perkasa masih mengimpornya dari China. 

Namun, seiring meningkatnya permintaan pasar, baik untuk proyek maupun ritel, perusahaan berencana membuka pabrik di kawasan Binong, Tangerang, dengan luas area sekitar 5.000 meter persegi hingga 1 hektar.

Menyusul beberapa cabang yang telah beroperasi di Solo, Surabaya, dan rencana pembukaan di Makassar, Palembang, dan Pontianak.

"Permintaan terus tumbuh dari tahun ke tahun. Tahun ini kami menargetkan peningkatan penjualan sekitar 15 sampai 20 persen. Sementara untuk investasi pabrik masih kami hitung," tuntas Joni.

https://properti.kompas.com/read/2019/03/14/231726421/fortress-alternatif-pintu-rumah-yang-diklaim-sekuat-brankas

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke