Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

[BERITA POPULER] ASN Bergaji Rp 8 Juta Per Bulan Bisa Beli Rumah Subsidi | Anak Denada Dijenguk Jokowi

Pembahasan mengenai skema pembiayaan kepemilikan rumah (KPR) untuk aparatur sipil negara (ASN) dan TNI/Polri melalui subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) telah rampung.

Terdapat perubahan batas maksimum penghasilan penerima bantuan subsidi KPR FLPP yang sebelumnya dari Rp 4 juta hingga Rp 7 juta per bulan menjadi Rp 8 juta per bulan.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Heri Eko Purwanto mengonfirmasi hal itu kepada Kompas.com, Kamis (21/2/2019) malam.

"Penghasilan maksimum penerima subsidi FLPP Rp 8 juta," kata Heri.

Sebelumnya, dalam Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 26 Tahun 2016 ditetapkan, penerima subsidi melalui skema FLPP adalah hanya Golongan I dan II ASN/TNI/Polri dengan penghasilan dari Rp 4 juta hingga maksimal Rp 7 juta per bulan.

Selain perubahan batas maksimum penghasilan, skema terbaru yang telah dibahas sejak 2018 lalu juga mengatur syarat rumah subsidi yang bisa dibiayai FLPP, yakni seharga Rp 300 juta dengan luas tanah 72 meter persegi.

Baca selengkapnya: Skema Baru, ASN Bergaji Rp 8 Juta Per Bulan Bisa Beli Rumah Subsidi

 

2. Denada Menangis Terharu Anaknya Dijenguk Jokowi di Singapura

Hadiah berupa boneka Hello Kitty itu diperoleh Shakira ketika Jokowi menjenguknya di National University Hospital, Singapura, Kamis (21/2/2019). 

"Begitu saya lihat fotonya (dapat hadiah) tadi, saya langsung terharu dan saya menangis enggak berhenti karena saya merasa amat sangat terharu," ucap Denada saat ditemui seusai tampil di salah satu acara stasiun televisi swasta di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (21/2/2019).

Meski tak berada di lokasi, Denada mengaku merasakan sama seperti apa yang dirasakan oleh anaknya yang saat ini mengidap kanker darah.

Denada tak menyangka di sela-sela menjenguk istri presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono, Jokowi ternyata juga menemui anaknya yang kebetulan dirawat di rumah sakit yang sama.

"Jadi, saya hari ini benar-benar campur aduk perasaannya. Di kesempatan kali ini saya ucapkan terima kasih dan saya betul-betul sangat amat berterima kasih atas kebaikan dan perhatian dari Bapak Presiden dan Ibu Negara terhadap anak saya," ucap Denada.

Baca selengkapnya: Denada Menangis Terharu Anaknya Dijenguk Jokowi di Singapura

 

3. Sembunyi Hampir 40 Tahun, Lebah Terbesar di Dunia Ditemukan di Maluku

Lebah Wallace berukuran sangat besar. Panjang tubuhnya bisa mencapai empat sentimeter, sementara lidahnya bisa sepanjang tiga sentimeter.

Namun, hampir 40 tahun berlalu tak ada lagi yang mendengar atau pun melihat jejaknya di alam liar.

Sebab itu, menemukan jejak kehidupan lebah raksasa Wallace adalah sesuatu yang sangat dinanti dan menjadi tantangan sendiri bagi para ilmuwan juga pecinta serangga.

Pengalaman mengesankan itu setidaknya dirasakan oleh Clay Bolt, seorang fotografer yang menjadi bagian dalam tim kecil pencarian lebah Wallace.

"Sangat menakjubkan melihat serangga terbang “bulldog” yang selama ini dianggap sudah tidak ada. Dan kami ingin mencari bukti nyatanya di alam liar," kata Bolt.

Baca selengkapnya: Sembunyi Hampir 40 Tahun, Lebah Terbesar di Dunia Ditemukan di Maluku

 

4. Kisah 6 Kapal Penjarah Ikan Dunia, Salah Satunya Dihancurkan Indonesia

Kelompok pencuri ikan yang paling terkenal salah satunya adalah yang disebut Bandit 6.

Kelompok ini terdiri atas enam kapal yaitu Kunlun, Perlon, Songhua, Thunder, Viking, dan Yongding.

Keenam kapal ini biasa beroperasi di perairan sekitar Antartika untuk mencari ikan toothfish atau yang dikenal juga dengan nama ikan bass Chile.

Ikan ini dikenal dengan harganya yang amat mahal. Namun, untuk menangkap ikan itu, nelayan atau kapal ikan membutuhkan izin khusus.

Nah, keenam kapal ini tak pernah melaporkan jumlah tangkapan mereka. Hal itu melanggar aturan yang dibuat Komisi untuk Konservasi Sumber Daya Kelautan Antartika (CCAMLR).

Selain tak melaporkan hasil tangkapan, keenam kapal ini juga menggunakan peralatan yang dilarang, seperti pukat yang amat merusak karena disebar dan ditarik di sepanjang dasar laut.

Pada November 2014, organisasi konservasi Sea Shepherd menggelar Operasi Icefish, sebuah kampanye melawan penangkapan ikan ilegal di perairan Antartika.

Saat operasi ini digelar, keenam kapal Bandit 6, yang pernah dioperasikan perusahaan Spanyol Vidal Armadores, sudah menjarah ikan setidaknya selama 10 tahun.

Baca selengkapnya: Kisah 6 Kapal Penjarah Ikan Dunia, Salah Satunya Dihancurkan Indonesia

 

5. Inilah 8 Fitur Galaxy S10 yang Hadir untuk Pertama Kalinya di Samsung

Ada empat model yang ditelurkan yakni Galaxy S10e, Galaxy S10 reguler, Galaxy S10 Plus, dan Galaxy S10 5G.

Dari segi desain dan inovasi teknologi, Samsung merombak Galaxy S10 habis-habisan setelah Galaxy S9 yang rilis tahun lalu menuai banyak kritikan karena dianggap tidak membawa banyak inovasi. Berikut yang dirangkum KompasTekno.

1. Kamera Lubang Pertama

Layar baru Galaxy S10 diistilahkan "Infinity-O" karena benar-benar penuh (full-screen). Ada secuil lubang bak titik (punch-hole) untuk memuat kamera.

Desain Infinity-O sebenarnya bukan yang pertama dibawa Samsung, melainkan sudah disematkan pada lini Galaxy A8s dan A9 Pro. Namun, dua seri tersebut khusus dipasarkan di China dan Korea Selatan.

Jadi, secara global, Galaxy S10 resmi menjadi yang pertama mengusung layar dengan lubang kamera. Selain target pasar, letak lubang kamera di Galaxy S pun berbeda.

Sebelumnya, baik di Galaxy A9 Pro maupun Galaxy A8s, lubang kamera terletak di pojok kiri atas. Sementara di lini Galaxy S10e dan S10 reguler, lubang kamera sama-sama terletak di pojok kanan atas.

Khusus untuk Galaxy S10 Plus, lubangnya agak memanjang untuk meletakkan dua kamera (dual-camera) demi selfie yang lebih paripurna.

Baca selengkapnya: 8 Fitur Galaxy S10 yang Hadir untuk Pertama Kalinya di Samsung

 

 

https://properti.kompas.com/read/2019/02/23/063000321/-berita-populer-asn-bergaji-rp-8-juta-per-bulan-bisa-beli-rumah-subsidi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke