Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pikir Ulang Kunjungi 7 Kota Berisiko Tinggi Ini

KOMPAS.com – Banyak orang memiliki kesempatan untuk mengunjungi suatu kota atau negara lain yang belum pernah didatangi.

Biasanya kunjungan itu dengan tujuan urusan pekerjaan, studi, beranjangsana ke keluarga dan teman lama, atau sekadar jalan-jalan.

Namun, sebelum Anda pergi, ada baiknya mencari informasi mengenai suasana kota tujuan sehingga Anda bisa menyiapkan diri dan perbekalan sesuai kebutuhan.

Jangan sampai Anda merasa terkejut saat mendatangi kota itu nanti ternyata kondisinya di luar perkiraan.

Beberapa faktor yang patut dipertimbangkan yaitu keamanan, kenyamanan, perekonomian, dan tingkat kejahatan kota setempat.

Berikut ini sejumlah kota yang harus Anda pikirkan kembali untuk mengunjunginya:

1. Memphis, Tennessee

Kota ini merupakan rumah dari penyanyi legendaris Elvis Presley, tepatnya di Graceland. Bisa dibilang daerah itu adalah jantungnya musik rock and roll, soul, dan blues.

Penggemar jenis musik tersebut bisa menemukan banyak hal di sana.

Mengenai perumahan, harga rata-rata rumah di Memphis yaitu 93.700 dollar AS atau sekitar Rp 1,3 miliar.

Naik turunnya harga rumah tergantung permintaan, semakin rendah harga, semakin sedikit permintaan.

Sementara itu, angka pengangguran di sana 11,3 persen. Hal ini membuat banyak penduduk sulit untuk membeli rumah karena perekonomian mereka yang tidak mendukung.

Menurut Biro Investigasi Federal (FBI), tingkat kejahatan di Memphis merupakan yang tertinggi kesembilan di Amerika Serikat. Sedangkan dari segi pendidikan, angka putus sekolah di sana menempati peringkat ke-76.

2. Jackson, Missouri

Lokasinya terletak di wilayah Cape Girardeau. Harga rata-rata rumah di kota ini yaitu 89.500 dollar AS atau sekitar Rp 1,2 miliar.

Penghasilan per kapita penduduknya lebih kurang 54.000 dollar AS atau lebih kurang Rp 762 juta. Banyak orang yang berpenghasilan lebih rendah dari rata-rata kota lain di AS untuk pekerjaan yang sama.

Adapun tingkat pengangguran sebesar 12,8 persen. Akibatnya, tingkat kejahatan di Jackson merupakan tertinggi ke-52 di AS. Untuk pendidikan, peringkat kota ini merosot dibandingkan kota lain.

3. Damaskus, Suriah

Predikat kota terburuk di dunia untuk dihuni menjadi sebutan umum untuk ibu kota Suriah ini. Sejarah berdirinya kota ini sekitar 5.000 tahun lalu.

Namun, karena saat ini menjadi zona perang yang masih bergejolak, kota ini bukan lagi menjadi tempat yang layak untuk hidup. Banyak penduduknya yang pengungsi dan melarikan diri ke Eropa.

Bahkan Kementerian Luar Negeri AS memberi peringkat Suriah pada Level 4, artinya larangan untuk dikunjungi.

Sebab, penggunaan peralatan perang, seperti senjata api, senjata kimia, rudal, dan tank, masih bisa terjadi dan menimpa warga sipil.

4. Dayton, Ohio

Jika Anda seorang penggemar pesawat terbang, tentunya tahu kota ini. Namun, ternyata Dayton masuk daftar tempat tinggal yang buruk.

Harga rata-rata rumah di sana yakni 66.600 dollar AS atau sekitar Rp 941 juta, sedangkan pendapatan per kapitanya terendah ketiga di AS, yaitu 28.745 dollar AS atau sekitar Rp 406 juta. Ini berarti banyak orang yang hidup dalam kemiskinan.

Sementara tingkat penganggurannya 13,3 persen. Hal itulah yang membuat banyak terjadi kejahatan di sana. Bahkan Dayton tercatat memiliki tingkat kejahatan tertinggi ke-34 di AS.

5. Detroit, Michigan

Kota yang dikenal sebagai produsen mobil ini pernah menjadi kota yang makmur, tetapi sekarang menjadi salah satu kota yang buruk di AS.

Nilai rumah di sana rata-rata 41.000 dollar AS atau sekitar Rp 579 juta. Tingkat pengangguran 22,1% menempatkannya sebagai yang terburuk.

Pendapatan per kapita penduduknya 26.249 dollar AS atau lebih kurang  Rp 370 juta. Angka ini juga menyebabkan banyak orang hidup di bawah tingkat kemiskinan.

Detroit pun menempati peringkat nomor tiga dalam hal kejahatan di AS, setelah Saint Louis dan Baltimore.

Dari segi kesehatan, penduduknya memiliki risiko penyakit hipertensi kedua tertinggi di AS, nomor satunya ditempati oleh Memphis.

6. Tripoli, Libya

Kota yang didirikan pada abad ketujuh Sebelum Masehi ini memiliki sejarah panjang. Sayangnya, kini kota itu masih dilanda efek perang berkepanjangan.

Kementerian Luar Negeri AS juga menyematkan status Libya pada Level 4, yakni dilarang bepergian.

Sejumlah warga AS yang tinggal di sana diberi peringatan terhadap bahaya kelompok teroris yang menargetkan orang-orang Barat, khususnya orang AS. Selain itu, tingkat kejahatan pun meningkat.

7. Lagos, Nigeria

Kota terbesar di Benua Afrika ini merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Namun, belakangan ini berkembang menjadi kota yang mengerikan.

Keberadaan Boko Haram, kelompok ekstremis yang bertindak sangat tidak menyenangkan, sering masuk ke Lagos dan mengacaukan situasi kota itu.

Kementerian Luar Negeri AS memberi peringkat Nigeria pada Level 3, yakni pertimbangkan untuk didatangi.

Mereka menyebutkan, aksi terorisme dan kejahatan dengan kekerasan merupakan alasan utama untuk tidak mengunjungi atau tinggal di Lagos.

https://properti.kompas.com/read/2019/01/08/141023821/pikir-ulang-kunjungi-7-kota-berisiko-tinggi-ini

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke