Salin Artikel

Sejuta Rumah Terganjal Tiga Masalah

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan Program Pembangunan Satu Juta Rumah tak selalu berjalan mulus. Kendati berbagai pendukung mulai dari regulasi, pembiayaan dan lain sebagainya telah diterapkan.

Plt Dirjen Pembiayaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengemukakan hal itu dalam pembukaan Diskusi Bersama Media dengan tema "Tapera sebagai Sumber Dana Jangka Panjang untuk Pembiayaan Perumahan", di Jakarta, Senin (22/10/2018).

“Ada tiga masalah yang dihadapi dalam melaksanakan program ini, yaitu tanah, regulasi, dan pembiayaan,” ucap Khalawi, Senin (22/10/2018) di Jakarta.

Dia mengatakan, pengadaan tanah untuk perumahan tidak gampang karena menyangkut lokasi dan harga.

Terlebih lagi di kota-kota besar, ketersediaan luas tanah yang sesuai kebutuhan semakin terbatas.

Kemudian, mengenai regulasi, hal itu perlu disosialisasikan ke berbagai daerah dalam bentuk peraturan daerah (perda) sehingga nantinya perizinan di setiap daerah dapat berjalan dengan baik.

Tentunya hal itu bisa dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Untuk itu, pemerintah pun melakukan deregulasi sejumlah perizinan untuk mendukung realisasi perumahan rakyat sehingga lebih sederhana.

Salah satu kebijakan antara lain memberikan kemudahan perizinan, seperti Inpres Nomor 3 tahun 2015 tentang Penyederhanaan Perizinan Pembangunan Perumahan dan PP Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan MBR.

"Kami sederhanakan perizinannya, dari 44 tahap menjadi 11 tahap. Dari segi waktu, dari 600 hari menjadi 40 hari," tutur Khalawi, Rabu (12/9/2018).

Penyederhanaan perizinan itu bukan berarti langsung memecahkan masalah. Kendala berikutnya muncul ketika tidak semua pemerintah daerah (Pemda) mengimplementasikan kebijakan itu.

"Harusnya pemerintah daerah membuat perda-perda. Butuh peran stakeholder dan akademisi, misalnya dengan melibatkan perguruan tinggi," imbuhnya.

Selanjutnya menyangkut pembiayaan, inilah yang sekarang sedang disiapkan melalui program Tapera lewat kerja sama dengan berbagai pihak terkait.

“Tanah semakin susah, regulasi perlu sosialisasi dalam perda-perda baru sehingga kemudahan perizinan akan lebih baik, dan soal pembiayaan sudah dimulai melalui Tapera ini,” ujar Khalawi.

Pelaksanaan Tapera ini merupakan rangkaian usaha yang dilakukan pemerintah untuk memenuhi target program Sejuta Rumah yang sudah berjalan selama ini.

Adapun perkembangan program Sejuta Rumah, menurut dia, hingga pertengahan Oktober ini sudah mencapai 850.000 unit rumah.

Artinya, tinggal 150.000 unit lagi yang diusahakan akhir tahun ini bisa diselesaikan.

https://properti.kompas.com/read/2018/10/22/184402221/sejuta-rumah-terganjal-tiga-masalah

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.