Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

LRT dan MRT, Katalis Pembangunan Ritel Mini

JAKARTA, KOMPAS.com - Hadirnya proyek infrastruktur dapat menjadi salah satu katalis dalam pertumbuhan pembangunan kawasan. Tak hanya hunian, dan perkantoran, juga mengubah gaya berbelanja.

Di Jakarta, salah satu proyek infrastruktur yang mampu menjadi katalis pembangunan tersebut adalah mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT). Di samping sejumlah proyek jalan tol antar kota maupun dalam kota yang kini terus dikerjakan.

Riset Colliers International Indonesia menyebutkan, kehadiran LRT dan MRT tak hanya akan mempengaruhi gaya hidup masyarakat dalam menggunakan moda transportasi.

Lebih dari itu, kehadiran keduanya menjadi salah satu pemicu bagi pengembang untuk membangun perkantoran baru terutama di kawasan pusat bisnis (CBD).

Bila dilihat dari trasenya, kawasan CBD seperti Sudirman dan Thamrin akan dilewati oleh MRT yang digarap PT MRT Jakarta.

Sementara daerah Gatot Subroto dan Kuningan akan dilalui oleh LRT Jabodebek yang kini digarap PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

"Seperti kami sampaikan di awal, peningkatan infrastruktur transportasi memungkinkan bagi Pemprov DKI untuk memberikan rasio plot yang lebih tinggi untuk pembangunan area komersial di sekitarnya," kata Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto seperti dikutip dalam laporannya, Jumat (5/10/2018).

Beberapa perkantoran yang kini tengah dibangun di kawasan CBD itu di antaranya seperti Sequis Tower, Millenium Centennial Tower, dan Sudirman 7.8 Tower 1 di Sudirman, Sopo Del Tower B dan World Capital Tower di Mega Kuningan, serta Lippo Thamrin Office Tower dan Thamrin Nine di Thamrin.

Adapun untuk pusat perbelanjaan, menurut Ferry, para pengelola pun sudah mulai mengubah paradigma mereka.

Kini, mal tak lagi sebagai sebuah lokasi tujuan, tetapi lebih menjadi fasilitas penunjang yang terkoneksi dengan area pusat keramaian.

Ia menilai, di beberapa lokasi pun sudah dimulai konsep mal seperti ini.

"Kami berharap ke depan akan lebih banyak pusat ritel dengan ukuran yang lebih kecil sebagai bagian dari fasilitas terpadu dari sebuah jaringan transportasi publik seperti MRT dan LRT," tuntas dia.

https://properti.kompas.com/read/2018/10/05/145606421/lrt-dan-mrt-katalis-pembangunan-ritel-mini

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar