Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Rel Kereta Layang Medan-Kualanamu Beroperasi Akhir 2018

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara Fakhrul Rivai Hasibuan mengatakan, saat ini perkembangan konstruksinya sudah mencapai 91 persen.

"Sekarang sedang pemasangan bantalan rel, box girder, dan pci grider. Bantalan dan batu balas sudah tahap penyelesaian. Kami juga sedang merampungkan pengerjaan stasiun rel layang," kata Fakhrul kepada Kompas.com, Jumat (14/9/2018).

"Pekerjaan itu termasuk membangun depo di Pulo Brayan. Untuk stasiun di Kualanumu, tidak ada pengerjaan karena stasiunnya sudah dibangun," tambah dia.

Pembangunan jalur kereta (rel) ini sempat tersendat akibat penertiban permukiman di sepanjang kanan-kiri rel seperti area Stasiun Kota Medan, kawasan Jalan Thamrin, hingga daerah Mandala, Medan.

Namun, menurut Kepala Seksi Lalu Lintas Sarana dan Keselamatan Perkeretaapian Balai Teknis Perkeretaapian Sumatera Bagian Utara Iskandar, kondisi jalur kini telah bersih sehingga para kontraktor dapat mempercepat pekerjaannya.

"Kami harapkan, tahun 2018 pembangunan rel dan stasiun baru sudah rampung," kata Iskandar.

Rel kereta layang Medan-Kualanamu dibangun sepanjang 8 kilometer dari Stasiun Medan hingga kawasan Mandala.

Rel ini merupakan bagian dari rel ganda Medan-Kualanamu sepanjang 27,7 kilometer yang dibangun sejak 2015 lalu.

Rel dibangun di atas jembatan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di tengah Kota Medan akibat penutupan pelintasan kereta api di jalan raya.

Selain rel layang, Balai Teknik Perkeretaapian Sumatera Bagian Utara juga memperbarui empat stasiun di jalur Medan-Kualanamu, yakni Stasiun Medan, Stasiun Bandar Kalipah, Stasiun Aras Kabu, dan Stasiun Batang Kuis.

Stasiun dibuat lebih longgar dan lebih memberikan akses yang luas kepada penumpang.

Stasiun Bandar Kalipah, misalnya, hanya berjarak 20 meter dari jalan sehingga sering menimbulkan kemacetan. Stasiun ini dibangun untuk memudahkan akses penumpang.

Total biaya pembangunan rel layang dan stasiun, termasuk sarana sinyal kereta api, mencapai Rp 2 triliun.

Selain membangun rel layang, Kota Medan juga tengah mengembangkan angkutan massal light rail transit (LRT) yang terintegrasi dengan bus rapid transit (BRT).

LRT dibangun dari kawasan Pancing Medan, masuk ke kota melewati Jalan Iskandar Muda hingga ke Pasar Induk Lauchi.

LRT ini terintegrasi dengan BRT dengan estimasi biaya pembangunan mencapai Rp 6,4 triliun. Sejumlah Rp 0,5 triliun di antaranya untuk pembangunan BRT.

https://properti.kompas.com/read/2018/09/14/192303921/rel-kereta-layang-medan-kualanamu-beroperasi-akhir-2018

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke