Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Meski Tak Lulus Sekolah, Conrad Hilton Kuasai Bisnis Hotel Dunia

Dia juga  mengenalkan sistem rating dengan skala 1 sampai 5 dalam dunia perhotelan.

Hilton berasal dari wilayah kecil di San Antonio, New Mexico. Lahir pada 1887, Hilton merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara.

Pada usia 16 tahun, Hilton berhenti dari sekolah formal dan membantu ayahnya di toko peralaatan serta menyediakan barang ke para peternak di wilayah New Mexico.

Dari pekerjaan ini, dia belajar menawar, mengukur risiko kredit, dan berdagang dengan pelanggan.

Hilton mempercayai bahwa pembeli juga berhak untuk menawar sedangkan penjual harus selalu mendapatkan keuntungan. Prinsip inilah yang selalu ia bawa dalam perjalanan karirnya.

Pada usia 20 tahun, Hilton menghabiskan musim panas dengan mengelola grup musik trio. Salah satu personil merupakan saudara perempuannya bernama Eva. Grup tersebut diberi nama Hilton Trio.

Bersama bandnya, Conrad kemudian melakukan tur dengan meniru metode PT Barnum dalam mempromosikan grup sirkusnya. Namun, band tersebut akhirnya bubar.

Penjualan ini membuat ayahnya menjadi salah satu orang kaya di wilayah New Mexico.

Setelah itu, keluarga Hilton memutuskan untuk berlibur ke St. Louis. Mereka menginap di Inside Inn, sebuah hotel yang dikelola oleh Keluarga Statler.

Lalu diketahui lima tahun kemudian hotel ini berpindah kepemilikan ke tangan Hilton dengan harga 111 juta dollar AS.

Namun hal ini tidak bertahan lama. Krisis yang melanda membuat keluarga Hilton harus merelakan sebagian rumah mereka untuk disulap menjadi penginapan.

Conrad Hilton dan saudaranya bertugas mencari tamu dari kalangan wisatawan di stasiun terdekat.

Hilton juga pernah terjun ke dunia politik. Dia sempat terpilih sebagai anggota termuda di House of Representative di negara bagian New Mexico.

Namun hal ini tidak bertahan lama. Hilton lalu memilih untuk mengundurkan diri dan berlatih menjadi public speaker.

Dia lalu mencoba usaha di bidang perbankan, meski usaha ini juga tidak berlangsung lama.

Saat Perang Dunia I pecah, Hilton pun ikut bergabung dengan angkatan darat Amerika Serikat. Hilton yang saat itu berpangkat letnan dua lalu ditugaskan ke San Francisco, Washington, Boston, New York, hingga Paris.

Setelah perang usai pada 1918, ayah Hilton memanggilnya untuk pulang dan menginginkan ia untuk meneruskan usaha.

Hingga kemudian sebuah telegram datang. Pesan tersebut mengabarkan ayah Hilton meninggal karena sakit. Hilton kemudian keluar dari militer dan pulang untuk mengurus keluarganya.

Conrad Hilton menghabiskan 18 tahun hidupnya sebagai pedagang, manajer band, politisi, banker, dan tentara.

Pada usia 31 tahun, dia mulai memikirkan ulang hidupnya karena merasa akan menemui kegagalan.

Di sana Hilton menginap di sebuah hotel, bernama Mobley Hotel. Dari sini, Hilton mempelajari bisnis perhotelan. Dia mengamati bahwa tingkat keterisian kamar berganti setiap tiga kali dalam sehari.

Suatu saat Mobley Hotel dijual oleh pemiliknya. Hilton pun bergegas mengumpulan uang dari keluarga dan kerabat sejumlah 40.000 dollar AS. Pembelian hotel ini mengawali perjalanan Hilton dalam dunia properti.

Setelah pembelian Mobley, Hilton mulai membeli beberapa hotel di sekitar wilayah Texas.

Pada 1929 ketika Great Depresion melanda, Hilton terus menjalankan bisnisnya. Meski krisis melanda hampir semua bisnis, dia menolak dinyatakan bangkrut.

Hilton memutuskan untuk tetap menjalankan bisnis dan melunasi semua hutang yang dimiliki.

Krisis yang melanda ini bahkan membuat pernikahan pertamanya kandas pada 1934.
Setelah itu, bisnisnya semakin berkembang.

Pada 1945, Hilton melakukan pembelian Palmer House dan Stevens Hotel. Akuisisi ini membuatnya sebagai orang nomor satu di industri perhotelan.

Tak sampai di situ, Hilton bahkan berhasil meraih mimpinya mengakuisisi Waldorf-Astoria, hotel kelas atas di New York. Hal ini membuat namanya semakin meraja.

Kini, Hilton merupakan jaringan bisnis perhotelan yang memiliki beragam properti di 100 negara.

https://properti.kompas.com/read/2018/09/14/140305521/meski-tak-lulus-sekolah-conrad-hilton-kuasai-bisnis-hotel-dunia

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar