Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Atap Rumah Tradisional, Simbol Budaya Ikonis

Atap rumah tongkonan

Masyarakat Indonesia tentu sudah mengenal bentuk atap rumah adat Toraja ini. Atap rumah ini memiliki bentuk melengkung mirip dengan tanduk kerbau.

Ada pula yang mengatakan bentuk melengkung ini mirip seperti perahu yaang sedan telungkup dengan buritan.

Pada bagian atasnya dilapisi dengan ijuk hitam. Selain itu, atap rumah ini juga kerap ditumbuhi tanaman hijau yang justru memperindah bentuk rumah.

Ciri lain yang menonjol adalah penggunaan kepala kerbau dan tanduk yang menempel di depan rumah. Jumlah tanduk dan kepala kerbau menunjukkan derajat penghuni rumah.

Semakin banyak tanduk yang dipasang, maka semakin tinggi pula status sosial keluarga penghuni rumah tersebut.

Atap rumah ini didukung dengan beberapa kolom yang bertumpu pada batu. Kolom utamanya menjadi penyangga struktur atap pada sisi ujungnya.

Di sisi barat dan timur bangunan, terdapat jendela kecil tempat masuknya sinar matahari dan aliran angin.

Hampir semua rumah adat Toraja menghadap ke utara, yang melambangkan arah tempat leluhur berada. Masyarakat Toraja percaya hal ini akan membawa berkah.

Atap rumah bolon

Rumah gorga merupakan rumah adat Suku Batak yang dibagi menjadi beberapa jenis tergantung ukuran dan luasnya.

Ruma gorga berukuran paling besar disebut rumah bolon, dan sekaligus menjadi simbol status sosial di Tapanuli, Sumatera Utara.

Selain sebagai tempat tinggal, rumah ini juga digunakan sebagai tempat penyelenggaraan upacara adat. Rumah ini memiliki atap berbentuk segitiga dan bertingkat tiga.

Pada bagian puncak, terdapat kepala kerbau yang melambangkan kesejahteraan bagi para penghuni rumah.

Atap segitiga ini terbuat dari anyaman bambu (lambe-lambe), yang biasanya ditandai dengan warna merah dan hitam.

Atap bergonjong

Bentuknya yang khas juga menjadi penanda keberadaan komunitas Minangkabau di tanah rantau. Saking terkenalnya, atap bergonjong kerap menjadi penanda tempat makan khas Minang.

Atap rumah ini biasanya juga digunakan untuk menunjukkan status sosial. Bentuknya yang menyerupai tanduk kerbau merupakan representasi binatang yang paling dihormati masyarakat daerah Sumatera Barat.

Atap limasan

Penutup rumah ini memiliki banyak varian, namun yang paling lama adalah jenis limasan Borobudur dan Prambanan.

Atap rumah Nias

Atap rumah juga dibangun menjorok ke depan dengan ukuran yang sama, sehingga bisa menjadi selasar. Bagian ini biasanya digunakan sebagai tempat untuk menonton pertunjukan atau hajatan.

Pengaturan panjang dan derajat atap yang sama, membuat air hujan di perkampungan tradisional Nias jatuh di tempat yang sama. Hal ini memudahkan pembuatan saluran pembuangan air di perkampungan adat Nias.

https://properti.kompas.com/read/2018/08/14/182405021/atap-rumah-tradisional-simbol-budaya-ikonis

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar