Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Dengan 1 Juta Dollar AS, Seluas Apa Rumah yang Bisa Dibeli di Jakarta?

Di negeri mini ini, paling banter Anda bisa membeli hunian dengan luas hanya 15 meter persegi. Seluas apartemen tipe studio yang tak berkamar.

Jika dibandingkan dengan Jakarta, Anda bisa mendapatkan hunian mewah seluas 234 meter persegi untuk nominal yang sama. 

Harga properti mewah di Jakarta memang masih terhitung paling murah di dunia, yakni berkisar antara Rp 61,5 juta per meter persegi hingga Rp 138,8 juta per meter persegi. 

Namun, dengan uang sebesar itu, beberapa properti di lokasi-lokasi premium Jakarta dan sekitarnya bisa Anda miliki.

Kendati pun, harapan untuk meraup pundi-pundi dari pertumbuhan harga harus dikubur untuk sementara waktu.

Menurut Associate Director Research and Consultancy Knight Frank Indonesia Hasan Pamudji, tak ada perubahan terkait pertumbuhan harga, bahkan cenderung stagnan.

“Jakarta cenderung stagnan karena antisipasi pemilu presiden (pilpres) 2019, tax amnesty kemarin, dan luxury tax,” ujar Hasan menjawab Kompas.com, Rabu (1/8/2018).

Riset terbaru Prime Global Cities Index 2018 keluaran Knight Frank menguatkan hal itu. Menurut riset ini, harga rumah mewah di ibu kota Indonesia tercatat stagnan.

Tak ada pertumbuhan selama kuartal I-2018, dan hanya bergeser 0,4 persen sejak September 2017 hingga Maret 2018 atau dalam periode enam bulan.

Sementara, secara tahunan, Prime Global Cities Index melaporkan pertumbuhan harga rumah mewah di Jakarta hanya 1,2 persen.

Fakta ini jauh berbeda bila dibandingkan catatan pada 2013 dan 2014. Saat itu, pertumbuhan harga rumah mewah bisa mencapai 27,3 persen per tahun.

Pilihan hunian

Ada banyak opsi yang bisa Anda pilih dengan membelanjakan uang 1 juta dollar AS. Dengan memperhitungkan pajak (value added tax), uang sebesar itu bisa dibelanjakan 3 unit rumah tapak berselera Jepang di BSD City seluas 120/195.

Atau, Anda bisa membeli 2 unit apartemen ukuran tiga kamar tidur di bilangan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Selain itu, satu unit rumah seluas 300 meter persegi tanah di Puri Indah, Jakarta Barat, juga bisa Anda pertimbangkan.

Demikian halnya dengan 1 unit rumah seluas 250 meter persegi tanah di Pondok Indah, Jakarta Selatan, 1 unit rumah tua seluas 200 meter persegi tanah di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan 1 unit apartemen 3 kamar tidur seluas 200 meter persegi di CBD Jakarta.

Daerah-daerah tersebut merupakan daerah perumahan premium yang pada dasarnya menjadi patokan harga dan kenaikan harganya.

https://properti.kompas.com/read/2018/08/03/113556621/dengan-1-juta-dollar-as-seluas-apa-rumah-yang-bisa-dibeli-di-jakarta

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar