Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Terpopuler: Pelonggaran LTV hingga Tol Ditutup Demi Asian Games

JAKARTA, KOMPAS.com - Polemik pengecatan separator jalan di Jakarta masih menjadi kabar terpopuler di kanal properti sepanjang Rabu (1/8/2018).

Kabar lain yang tak kalah seksi yaitu soal mulai diterapkannya pelonggaran loan to value (LTV) yang akan memudahkan masyarakat untuk membeli rumah pertama mereka.

Simak kabar selengkapnya berikut ini:

1. Pengecatan separator, pakar: ini bukan Dufan

Pengecatan separator jalan bak pelangi yang dilakukan Pemprov DKI dikritik arsitek senior Bambang Eryudhawan. Menurut dia, Asian Games hanya merupakan kegiatan sementara.

Semestinya, hanya tempat-tempat tertentu seperti taman yang dicat dengan warna-warna semarak. Di samping itu, pengecatan juga sebaiknya menggunakan bahan yang mudah dibersihkan, untuk mengembalikannya ke kondisi semula.

"Kalau sulit (mengembalikan) terus memakan biaya banyak, berarti ada persoalan itu. Oleh karena itu butuh kehati-hatian agar tidak serampangan. Ini kan bukan Disneyland, bukan Dufan yang orang inginnya ceria setiap kali datang ke festival," tutur Yudha.

Ia menambahkan, pewarnaan separator seharusnya juga mengikuti kaidah yang telah diatur di dalam peraturan perundang-undangan.

2. Beli rumah tanpa DP, berapa cicilan untuk KPR 20 tahun?

Bank Indonesia (BI) telah melonggarkan loan to value (LTV) yang bisa diberikan perbankan kepada pemohon kredit pemilikan rumah (KPR) pertama.

Bila sebelumnya, LTV yang bisa diberikan maksimum 85 persen, kini perbankan dapat memberikan pinjaman dengan jumlah lebih besar.

Alhasil, uang muka yang harus disiapkan calon pembeli rumah pertama pun bisa lebih kecil.

Lantas, berapa kira-kira cicilan per bulan jika ingin beli rumah seharga Rp 300 juta, Rp 400 juta atau Rp 500 juta dengan tenor 20 tahun?

Vila ini berlokasi di dekat hutan, agak terpencil sehingga tidak begitu terlihat. Namun, sebenarnya terletak dekat dengan pusat kota.

Inilah yang membuat hati Cristiano Ronaldo terpikat untuk memilikinya. Karena posisi vila itu berada di dataran tinggi, pemiliknya bisa menikmati keindahan hamparan pemandangan yang sulit untuk diungkapkan.

Di satu sisi ada bukit yang menjulang, di sisi lain tampak sungai yang membentang.

Sebagaimana dilaporkan Gazzetta.it, Senin (30/7/2018), jika dilihat dari atas, tampak panorama kota Turin, Italia, yang seolah-olah berada di bawah kaki CR7, julukan yang disematkan kepada Cristiano Ronaldo.

Hunian ini jadi semacam penghargaan dari seisi kota yang menjadi markas klub sepak bola Juventus itu yang dipersembahkan untuk kehadiran sang juara yang sudah lama ditunggu-tunggu.

Terlihat jalan pribadi yang menjadi akses mengarah ke gerbang masuk vila itu. Ada petugas yang menjaga dan mengawasi kediaman tersebut menggunakan alat pengawas khusus untuk mencegah masuknya orang yang tak diundang.

Tidak jauh dari vila Ronaldo itu juga terdapat kediaman John Elkann, pengusaha sekaligus ahli waris perusahaan otomotif raksasa Fiat.

4. Dampak relaksasi LTV

Pelonggaran loan to value (LTV) memberikan dampak yang cukup signifikan bagi industri perumahan. Pertama, calon pembeli rumah pertama kini bisa mendapatkan hunian impian dengan uang muka yang lebih rendah.

Sebelumnya, Bank Indonesia mengatur, LTV yang bisa diberikan perbankan kepada pemohon kredit pemilikan rumah (KPR) pertama sebesar 85 persen. Artinya, uang muka yang harus disiapkan minimum 15 persen.

Kedua, bila sebelumnya bank hanya bisa memberikan fasilitas kredit maksimal dua unit rumah inden, kali ini jumlahnya melonjak menjadi lima unit.

Terakhir, relaksasi juga akan memudahkan pengembang dalam mendapatkan pencairan pinjaman secara bertahap.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan menerapkan sistem buka tutup di sejumlah pintu tol di wilayah Jakarta menjelang Asian Games 2018.

Namun, penerapan sistem buka tutup di pintu tol itu mengalami perubahan dari sebelumnya di 19 pintu tol dikurangi hanya menjadi tujuh pintu tol.

“Sistem buka tutup pintu tol diputuskan dikurangi jadi empat pintu tol pada pagi hari dan tiga pintu tol sore hari,” ucap Kepala BPTJ Bambang Prihartono saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/8/2018).

Keempat pintu tol yang dimaksud yaitu Angke 2, Tanjung Duren, Slipi 2, dan TMII 1. Sistem buka tutupnya berlaku pada pukul 06.00-17.00 WIB.

Sedangkan sistem buka tutup dari pukul 12.00-21.00 WIB berlaku di Pintu Tol Angke 1, Slipi 1, dan TMII 2.

Selain itu, lanjut Bambang, perjalanan truk yang semula dibatasi pada pukul 06.00-21.00 dikurangi menjadi pukul 06.00-19.00.

“Harapannya supaya tidak terlalu mengganggu,” ujarnya.

https://properti.kompas.com/read/2018/08/02/110000121/terpopuler--pelonggaran-ltv-hingga-tol-ditutup-demi-asian-games

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar