Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Terpopuler: Pewarnaan Separator Jalan di Jakarta dan Vila Baru Ronaldo

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberitaan tentang pengecatan separator jalan dan trotoar dengan warna-warni bagai pelangi masih menjadi warta paling populer di kanal Properti Kompas.com, Selasa (31/7/2018).

Selain itu, informasi mengenai vila baru milik Cristiano Ronaldo di Turin, Italia, juga menarik banyak perhatian pembaca.

Berikut ini daftar berita terpopuler selengkapnya: 

1. Separator jalan dicat warna-warni, arsitek sebut itu bukan Dufan

Menyambut Asian Games 2018, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya mempercantik dan menata kota.

Salah satunya dengan mengecat separator jalan dan trotoar di berbagai wilayah dengan warna-warni bak pelangi.

Arsitek senior yang juga bakal calon Ketua Umum IAI, Bambang Eryudhawan, menilai, Pemprov DKI tidak perlu berlebihan dalam menyambut gelaran Asian Games ini.

Kalaupun ingin mengubah suasana agar event olahraga terbesar di Asia itu semarak dan dapat dirasakan publik, cukup dilakukan di tempat-tempat tertentu.

Berita selengkapnya: Terkait Separator Jalan Dicat Warna-warni, Pakar: Ini Bukan Dufan

2.  Warna-warni Jakarta bisa berakibat hilang konsentrasi dan sakit kepala

Pewarnaan separator jalan di beberapa wilayah Jakarta menuai kontroversi. Ada yang pro, tetapi tak sedikit yang kontra.

Vizzy (21), misalnya. Wanita yang bekerja di bilangan Ampera, Jakarta Selatan, itu mengaku, beberapa hari terakhir melihat separator jalan yang dicat warna-warni di bilangan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Namun, saat melintas di jalan itu kembali, Senin (30/7/2018) pagi, separator jalan yang semula warna-warni itu telah kembali ke warna semula, yakni hitam putih.

"Minggu lalu sempat warna-warni, terus tadi pagi udah jadi hitam putih," kata dia kepada Kompas.com, Senin (30/7/2018).

Berita selengkapnya: Warna-warni Jakarta, Bikin Hilang Konsentrasi dan Sakit Kepala

3. Ronaldo punya vila baru di Italia, bertetangga dengan raja mobil Fiat 

Vila ini berlokasi di dekat hutan, agak terpencil sehingga tidak begitu terlihat. Namun, sebenarnya terletak dekat dengan pusat kota.

Inilah yang membuat hati Cristiano Ronaldo terpikat untuk memilikinya.

Karena posisi vila itu berada di dataran tinggi, pemiliknya bisa menikmati keindahan hamparan pemandangan yang sulit untuk diungkapkan.

Di satu sisi ada bukit yang menjulang, di sisi lain tampak sungai yang membentang.

Sebagaimana dilaporkan Gazzetta.it, Senin (30/7/2018), jika dilihat dari atas, tampak panorama kota Turin, Italia, yang seolah-olah berada di bawah kaki CR7, julukan yang disematkan kepada Cristiano Ronaldo.

Berita selengkapnya: Di Italia, Ronaldo Bertetangga dengan Ahli Waris Raja Mobil Fiat

4. Pewarnaan separator di Jakarta jadi terlihat norak dan amburadul 

Arsitek senior yang juga Ketua IAI Ahmad Djuhara mengkritik upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mewarnai separator jalan dalam rangka menyambut Asian Games 2018.

Tidak seharusnya infrastruktur kota diberi pewarnaan layaknya warna pelangi. Sebaliknya, infrastruktur kota seharusnya dibiarkan memiliki warna yang semestinya mengikuti kemurnian warna bahan.

"Dalam hal Kota Jakarta, akan sangat belang belonteng atau amburadul dan kumuh ya. Itu kata yang sangat kasar ya. Terasa tidak dipikirkan dengan benar, tidak direncanakan dengan benar pewarnaan-pewarnaan seperti itu," kata Djuhara kepada Kompas.com, Senin (30/7/2018).

Berita selengkapnya: Separator Diwarnai, Jakarta Jadi Norak dan Amburadul

5. Separator jalan warna-warni bisa mengaburkan fungsi 

Sejumlah pembatas jalan di Jakarta diwarnai oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Hal ini dilakukan untuk menyambut Asian Games 2018.

Namun, upaya tersebut dinilai kurang tepat karena dikhawatirkan bakal mengaburkan fungsi dari pembatas itu sendiri.

"Pembatas jalan kan harusnya mengikuti standar sesuai fungsinya, (sebagai) pengarah, pengaman, pengatur dan pembatas. Jadi ya diwarnai sesuai fungsinya harusnya," kata Sekjen Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Zaki Muttaqien kepada Kompas.com, Senin (30/7/2018).

Pewarnaan ini, sebut dia, sama halnya seperti pengaturan guiding block atau jalur kuning pada trotoar yang dikhususkan bagi penyandang disabilitas.

Berita selengkapnya: Separator Jalan Warna-warni Dikhawatirkan Mengaburkan Fungsi

https://properti.kompas.com/read/2018/08/01/121903221/terpopuler-pewarnaan-separator-jalan-di-jakarta-dan-vila-baru-ronaldo

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar