Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

6 Jalan Tol Terpanjang di Indonesia

Jalan tol ini dirancang sepanjang 254,8 kilometer dan menelan investasi Rp 80,4 triliun. Jalan bebas hambatan yang menghubungkan Kota Pekanbaru dan Padang ini terbagi 14 seksi.

Seksi 1-2 Pekanbaru-Bangkinang, Seksi 3-7 Bangkinang-Payakumbuh, Seksi 8-12 Payakumbuh-Sicincin, dan Seksi 13-14 Sicincin-Padang.

Konstruksinya ditargetkan selesai pada 2025, seiring proses pembebasan lahan yang diperlukan dapat rampung pada 2021.

"Dengan ditandatanganinya perjanjian pengusahaan jalan tol ini, kami berharap dapat mempercepat proses pembangunan jalan tol ruas Pekanbaru-Padang," kata Direktur Utama PT HK Bintang Perbowo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (19/7/2018).

Di samping tol ini, ada pula beberapa ruas tol dengan panjang ratusan kilometer yang kini juga tengah dikerjakan.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Kompas.com dari data monitoring Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), setidaknya ada lima ruas lain yang memiliki panjang di atas 100 kilometer.

Berikut data selengkapnya:

1. Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (189,2 km)

Tol ini merupakan bagian dari ruas Tol Trans-Sumatera yang turut digarap PT Hutama Karya (Persero).

Saat ini progres pembebasan tanah telah mencapai 88,08 persen. Sementara, progres konstruksi telah mencapai 63,53 persen.

Ditargetkan, tol yang menelan investasi Rp 21,95 triliun itu dapat beroperasi akhir tahun ini.

2. Tol Probolinggo-Banyuwangi (172,91 km)

Jalan tol ini akan menjadi jalan bebas hambatan terpanjang di jalur Tol Trans-Jawa. Digarap PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi, pembangunan tol ini menelan investasi sebesar Rp 23,39 triliun.

Kendati ditargetkan dapat selesai pada akhir 2019, namun hingga kini progres pembebasan lahan maupun konstruksinya masih nol persen.

Di sepanjang jalurnya terdapat 7 simpang susun (SS). Ketujuhnya adalah SS Kraksaan (Sta 6+527), SS Paiton (Sta 22+280), SS Besuki (Sta 44+173), SS Situbondo (Sta 87+655), SS Asembagus (Sta 105+302), SS Bajulmati (Sta 148+908), dan SS Ketapang (Sta 170+362).

Selain itu, dilengkapi dengan overpass 162 buah, underpass 3 buah, jembatan 36 buah, dan JPO 45 buah.

3. Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (140,7 km)

Sebagian ruas tol ini telah beroperasi sejak Januari 2018 lalu, yaitu segmen IC Pelabuhan Bakauheni-Bakauheni, yang merupakan bagian dari Paket 1 Bakauheni-Sidomulyo.

Sementara itu, Paket 4 Metro-Terbanggi Besar saat ini progres konstruksinya telah mencapai 84,63 persen dan pembebesan lahannya mencapai 99,2 persen.

PT Hutama Karya (Persero) yang menjadi badan usaha jalan tol (BUJT)-nya, membenamkan investasi hingga Rp 16,79 triliun untuk menyelesaikan jalan tol ini.

4. Tol Pekanbaru-Kandis-Dumai (131,48 km)

Terdiri atas enam seksi yaitu Seksi 1 Pekanbaru-Minas (9,2 km), Seksi 2 Minas-Petapahan (23,6 km), dan Seksi 3 Petapahan-Kandis Utara (17,45 km).

Berikutnya, Seksi 4 Kandis Utara-Duri Selatan (28,95 km), Seksi 5 Duri Selatan-Duri Utara, dan Seksi 6 Duri Utara-Dumai (25,06 km).

Saat ini, progres konstruksi baru mencapai 17,59 persen. Kendati demikian, untuk Seksi 1 dan 2, ditargetkan dapat beroperasi pada Desember 2018 mendatang.

Progres konstruksi untuk kedua seksi tersebut masing-masing 29,26 persen dan 11,35 persen.

Jalan tol ini juga digarap PT Hutama Karya dengan nilai investasi Rp 16,21 triliun.

5. Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (111,69 km)

Jalan tol yang akan dikelola PT Sriwijaya Markmore Persada ini terbagi ke dalam tiga seksi yaitu Seksi 1 Kayuagung-Jakabaring (33,5 km), Seksi 2 Jakabaring-Musilindas (33,9 km) dan Seksi 3 Musilindas-Betung (44,29 km).

Menelan investasi Rp 17,35 triliun, Seksi 1 ditargetkan dapat beroperasi pada November 2018. Sementara Seksi 3 ditargetkan beroperasi pada Desember 2019.

Saat ini progres konstruksi untuk ketiga seksi baru mencapai 29,57 persen. Adapun pembebasan lahannya telah mencapai 88,35 persen.

https://properti.kompas.com/read/2018/07/20/101311621/6-jalan-tol-terpanjang-di-indonesia

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar