Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bakal Gedung Tertinggi di Indonesia Itu Progresnya Sudah 32 Lantai

Rekor pencakar langit tertinggi di negeri ini, bakal direbut Thamrin Nine Tower 1. Ya, gedung yang dikembangkan PT Putragaya Wahana ini dirancang setinggi 333,5 meter yang mencakup 70 lantai.

Bila mengacu pada Council on Tall Building and Urban Habitat (CTBUH), Thamrin Nine Tower 1 masuk kategori supertall atau di atas 300 meter.

Perkembangannya saat ini sudah mencapai 32 lantai, dan ditargetkan mencapai tahap tutup atap pada pertengahan 2019 mendatang. Operasionalisasinya sendiri akan dilakukan pada 2020.

Direktur Desain PT Putragaya Wahana Michael Winner mengatakan, tak sekadar jangkung, Thamrin Nine Tower 1 merupakan pencakar langit berstandar internasional kelas A.

"It is a world 'A' class building. Dirancang hemat energi hingga 30 persen," kata Michael menjawab Kompas.com, Senin (16/7/2018).

Meski berklasifikasi A, menurut Presiden Direktur PT Putragaya Wahana Alvin Gozali, ruang-ruang perkantoran Thamrin Nine 1 akan disewakan dengan harga Rp 300.000 per meter persegi per bulan.

"Sekitar itu ya. Mengingat perekonomian belum pulih. Namun begitu kami optimistis akan tersewa maksimal, karena pasokan perkantoran di kawasan Thamrin pada saat Thamrin Nine 1 beroperasi hanya ada dua gedung. Satu lagi, Indonesia One," jelas Alvin.

Thamrin Nine Tower 1 berada di dalam kompleks pengembangan properti multifungsi Thamrin nine seluas 5,2 hektar dengan total luas bangunan 470.000 meter persegi. 

Pembangunannya dibagi dalam dua tahap. Tahap I tengah dikembangkan Thamrin Nine 1 yang merupakan kombinasi perkantoran dan 181 kamar hotel supermewah Waldorf Astoria Hotels and Resorts.

Menurut Sales Manager Rajiv Vasandani harga aktual apartemen Le Parc sudah menembus angka Rp 75 juta per meter persegi di luar PPN.

Sementara tahap II merupakan pembangunan Thamrin Nine Tower 2 yang didesain setinggi 275 meter meliputi 62 lantai.

Di struktur ini terdapat perkantoran, 180 unit apartemen servis dan 200 kamar hotel.

Apartemen servis dan hotel dikelola oleh Pan Pacific Hotel Group dengan bendera Parkroyal Serviced Suites dan Parkroyal Hotel. 

Secara keseluruhan nilai investasi Thamrin Nine sebesar Rp 6,5 triliun.



 

https://properti.kompas.com/read/2018/07/17/070000221/bakal-gedung-tertinggi-di-indonesia-itu-progresnya-sudah-32-lantai

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar