Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Lakukan Hal Ini untuk Usir Jenuh ketika Terjebak Macet Saat Mudik

Apalagi, ketika memilih pulang ke kampung halaman menjelang Lebaran. Situasi arus lalu lintas di jalur mudik pasti sudah semakin padat.

Anda harus mempersiapkan diri jika terjebak kemacetan. Apa yang bisa dilakukan agar tak bosan? 

Berikut tips-tips yang sebaiknya Anda lakukan agar tak jenuh ketika terjebak macet saat mudik:

1. Mendengarkan musik

Menghidupkan radio di kendaraan atau mendengarkan musik melalui telepon genggam saat  macet merupakan salah satu cara untuk "menikmati" kemacetan dan bisa mengurangi rasa jenuh.

Selain itu, dengan mendengarkan lagu sembari bersenandung, Anda akan terhindar dari stres akibat kemacetan.

Tetapi, jangan berlebihan karena akan mengganggu konsentrasi pengemudi.  

2. Membaca buku

Tips ini hanya bisa berlaku bagi para penumpang, berbahaya jika pengemudi yang melakukannya, meski terjebak macet dalam waktu lama.

Dengan membaca buku, kita akan terhindar dari rasa bosan.

Membaca buku sama seperti memindahkan pikiran kita ke dalam alur cerita pada buku dan membuat kita lupa akan kemacetan.

Audio book juga bisa jadi pilihan jika dianggap lebih efektif mengusir bosan.

3. "Ngemil"

Terjebak kemacetan di jalan terkadang membuat perut terasa lapar. Oleh karena itu, bawalah stok camilan yang mencukupu agar Anda tidak kelaparan dan merasa bosan ketika terjebak macet.

Camilan manis seperti buah-buahan akan membuat badan lebih segar dan dapat menetralisir zat-zat yang merugikan seperti asap kendaraan dan polusi udara.

Sebaiknya sedia air minum yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

4. Tidur

Tips ini hanya bisa dilakukan oleh penumpang, bukan pengemudi kendaraan.

Dengan cara ini, tubuh akan beristirahat dan melepaskan kelelahan setelah seharian menyetir.

Jika pengemudi merasa bosan atau mengalami keletihan, sebaiknya beristirahat di rest area atau menepi di pinggir jalan yang memang disediakan untuk tempat berhenti.

5. Istirahatkan otot

Duduk lama ketika menyetir mobil saat macet bisa menyebabkan nyeri otot. Terutama pada otot penopang tubuh seperti leher, bahu, siku, pinggang, dan lutut.

Nyeri otot dan pegal-pegal adalah pertanda tubuh kita mengalami kelelahan dan butuh perenggangan.

Dikutip dari pemberitaan Kompas.com, 15 September 2011, pakar kebugaran dr Michael Triangto, SpKO, mengatakan, nyeri otot bisa terjadi pada otot penopang tubuh seperti leher, pinggang, lutut, dan siku.

Nah, jika sudah terlalu lama terjebak macet, saat lepas dari simpul kemacetan, tak ada salahnya Anda rehat sejenak di rest area, untuk mengusir bosan dan mengistirahatkan otot sebelum melanjutkan perjalanan.

https://properti.kompas.com/read/2018/06/08/142800521/lakukan-hal-ini-untuk-usir-jenuh-ketika-terjebak-macet-saat-mudik

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar