Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Digitalisasi Perencanaan Hasilkan Pelayanan Kota yang Lebih Baik

JAKARTA, KOMPAS.com – Perencanaan kota pada saat ini bukan hanya dilakukan oleh pemerintah setempat, melainkan juga melibatkan pihak lain yang memiliki kemampuan memadai.

Hal itu terungkap dalam diskusi bertema “Perencanaan Kota di Era Digital” yang digelar oleh Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia di Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Ketua IAP DKI Jakarta Dhani Muttaqin mengatakan, pihaknya sudah berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam hal ini Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI, untuk melakukan digitalisasi perencanaan tata ruang.

Digitalisasi itu berupa pemetaan data yang dilakukan setelah dibuatnya rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana detail tata ruang (RDTR).

“Kami sudah diskusi dengan Pemprov DKI, khususnya Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan, untuk digitalisasi data mapping 1:5.000,” kata Dhani Muttaqin dalam diskusi tersebut, Rabu (6/6/2018) di Jakarta.

Dia menuturkan, untuk membuat RTRW dan RDTR dibutuhkan peta yang lebih detail. Peta yang berskala 1:5.000 itu saat ini sudah ada.

Masyarakat bisa mengetahui langsung proses interaktif tata ruang itu secara digital di Jakarta City Planning Gallery (JCPG).

JCPG merupakan galeri yang berisi rencana pembangunan dan tata kota Jakarta dalam bentuk visual. Tujuannya untuk menyosialisasikan rencana tata kota kepada masyarakat luas sehingga masyarakat bisa turut berpartisipasi dalam mengembangkan Jakarta. 

Dhani menambahkan, ada pula aplikasi-aplikasi lain untuk mempermudah pelayanan kepada publik, misalnya E-Government, E-Monitoring, dan Qlue yang sebelumnya sempat ramai dibahas.

Selain itu, imbuhnya, saat ini ada aplikasi Beride yang sedang dikembangkan bekerja sama dengan IAP. Diharapkan nantinya menjadi salah satu aplikasi yang bisa mendukung pelayanan tersebut.

Basis aplikasi ini juga mengenai perencanaan kota sehingga diharapkan bisa lebih bermanfaat.

“Harusnya lebih aplicable karena kami paham dari sisi teknis tentang perencanaan kota dan kami juga berhubungan dengan Pempov DKI. Jadi bisa dipilih mana yang bisa di-endorse,” ucap Dhani.

Berbagai aplikasi itu, lanjutnya, terus dikembangkan agar perencanaan kota dan pelayanan kepada masyarakat bisa semakin baik.

https://properti.kompas.com/read/2018/06/06/225320021/digitalisasi-perencanaan-hasilkan-pelayanan-kota-yang-lebih-baik

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar