Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Waspadai, Lima Titik Rawan Macet Saat Mudik Lebaran

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah mempercepat sejumlah pekerjaan proyek infrastruktur, agar bisa digunakan saat mudik dan balik Lebaran 2018.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), setidaknya ada lima titik rawan kemacetan di ruas tol yang perlu mendapatkan perhatian masyarakat.

Pertama, ruas Serang Timur-Merak yang merupakan bagian dari Tol Tangerang-Merak yang dikelola PT Marga Mandalasakti (Persero). Titik rawan kemacetan di sini terutama terjadi di Gerbang Tol Merak.

Pada saat arus mudik tahun ini diprediksi terjadi peningkatan arus kendaraan hingga 163 persen dari arus lalu lintas normal yakni 7.345 kendaraan.

Bila pada musim mudik tahun lalu jumlah kendaraan yang melintas 18.888 unit, diprediksi tahun ini ini meningkat menjadi 19.343 unit.

Sementara itu, pada saat arus balik diprediksi terjadi peningkatan 151 persen dari arus lalin normal. Tahun ini, diperkirakan 18.421 kendaraan akan melintas saat puncak arus mudik, atau naik bila dibandingkan tahun lalu 17.988 unit.

Kedua, Tol Jakarta-Cikampek mulai dari Simpang Susun Cikunir hingga Gerbang Tol Cikarang Utama.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku pengelola ruas tol ini telah menyiapkan langkah antisipasi untuk meminimalisir kepadatan arus kendaraan.

Mulai dari pengendalian arus lalu lintas di dalam rest area dan penambahan fasilitas toilet, contraflow, hingga penyediaan mobile reader di GT Cikarang Utama.

Kepadatan arus kendaraan di GT Cikarang Utama sendiri pada tahun lalu terpantau cukup tinggi. Bila normalnya arus kendaraan harian 68.616 unit, saat arus mudik tahun ini diperkirakan meningkat 63 persen mencapai 112.000 unit.

Sementara saat arus balik diperkirakan meningkat hingga 61 persen dari lalin normal menjadi 110.500 kendaraan.

Selain itu, Jasa Marga juga berencana menghentikan seluruh pekerjaan proyek infrastruktur mulai dari H-10 hingga H+10 lebaran.

"Kendaraan berat itu hal yang sangat vital untuk dilakukan. Kalau tidak dilakukan, kami akan terlalu besar (upaya) mengatur traffic," kata Desi di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Adapun ruas yang akan dibuka fungsional yaitu Seksi 1 Pemalang-Pekalongan sepanjang 17,3 kilometer dan Seksi 2 Pekalongan-Batang sepanjang 15,9 kilometer.

Keempat, ruas Tol Batang-Semarang yang akan dibuka fungsional hingga Krapyak. Panjang tol ini mencapai 75 kilometer, sebelum akhirnya menghubungkan ruas tol Semarang A/B/C menuju Tol Semarang Semarang-Solo.

Terakhir, Simpang Susun Bawen/Salatiga pada Tol Semarang-Solo yang menuju jalur fungsional. Pada musim mudik lebaran tahun ini, Seksi 4 Salatiga-Boyolali dan Seksi 5 Boyolali-Kartasura sepanjang 32,54 kilometer akan dibuka fungsional.

https://properti.kompas.com/read/2018/05/11/163709021/waspadai-lima-titik-rawan-macet-saat-mudik-lebaran

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar