Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Astra Percepat Proyek Asya di Jakarta Timur

Selain rumah tapak, proyek yang diperkenalkan pada akhir 2017 lalu itu juga akan merangkum kondominium low rise, vila, area komersial, dan ruang terbuka publik dengan total area lantai sekitar 1 juta meter persegi.

"Proyek ini nantinya juga akan dilengkapi lakeside outdoor sampai 2,8 hektar. Nilai investasi pembangunan proyek yang kami rencanakan sampai 15 tahun ke depan ini sebesar Rp20 triliun," kata Presiden Direktur Astra Modern Land, Wibowo Muljono, Rabu (28/3/2018).

Wibowo mengatakan, untuk tahap pertama ini Asya sudah menyiapkan klaster eksklusif Semayang. Di lahan 4 hektar klaster ini akan dibangun 211 rumah berdesain modern terdiri dari 5 tipe.

"Tapi, masuk triwulan pertama 2018 ini kami tawarkan klaster teranyar Asya, yaitu Matana. Ini mengadopsi nama Matano, salah satu sungai di Kalimantan. Matana ini akan merangkum 210 unit rumah yang terdiri dari 6 tipe," kata Wibowo.

Harga yang ditawarkan untuk hunian ini mulai Rp2,5 miliar. Namun, lanjut Wibowo, untuk tahap pertama hanya akan dipasarkan 93 unit.

Direktur PT Astra Modern Land Panji Nurfirman menambahkan, nantinya di dalam klaster Matana ini juga akan dibangun cluster facility menggenapi dua club house di area Asya dan Jakarta Garden City (JGC). Dia bilang, beberapa kelebihan Asya selain pertumbuhan harga lahan yang terus meningkat adalah memiliki 15 hektar danau yang dilengkapi lake side facility seluas 2,8 hektar.

"Ditambah dekat dengan pusat belanja AEON Mall, aksesibilitas mudah bagi penghuni yang akan menuju stasiun LRT di Kelapa Gading. Kami akan mulai serah terimakan unit-unit di Asya ini dalam 24 bulan ke depan," kata Panji.

Menanggapi hal itu, lembaga pemerhati industri properti Indonesia Property Watch (IPW) mencatat bahwa dalam 3 tahun terakhir ini pertumbuhan harga tanah perumahan di Jakarta Timur menempati urutan tertinggi sebesar 5,58 persen per tahun. Angka itu lebih tinggi dibandingkan Jakarta Selatan sebesar 4,19 persen, Jakarta Pusat 4,19 persen, Jakarta Barat 4,15 persen, dan Jakarta Utara 2,85 persen.

"Berdasarkan rating wilayah yang kami lakukan dengan mempertimbangkan aspek potensi wilayah dan infrastruktur, pertumbuhan harga tanah, tingkat persaingan, dan image lokasi, Jakarta Timur berada di urutan tertinggi, disusul Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat," ujar Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW).

Ali, yang sempat memberikan paparan pada open house Cluster Matana di Asya Marketing Gallery, Jakarta Timur (17/3/2018) lalu, mengatakan bahwa masih belum terkoneksinya ruas-ruas tol di koridor timur membuat banyak potensi pasar properti yang belum muncul di Jakarta Timur.

Namun, dengan terhubungnya tol Cakung ke Cilincing-Tanjung Priok akan memberikan potensi luar biasa bagi pertumbuhan pasar properti di wilayah sekitarnya.

Dalam perkembangannya, sebut Ali, selain pasar perumahan yang masih terbuka lebar di Jakarta Timur khususnya di segmen menengah atas, pasar apartemen dan komersial pun akan semakin berkembang mengejar ketertinggalannya dibandingkan dengan wilayah lainnya.

Sebagai salah satu arah pelebaran wilayah dari Kelapa Gading yang terus mengarah ke timur melewati Pulogadung dan Cakung, Jakarta Timur juga menyimpan potensi arah perkembangan dari CBD Jakarta yang terus mengarah ke Cawang ke arah jalur Light Rail Transit (LRT).

"Melihat hal ini maka hampir sebagian besar kawasan Jakarta Timur mempunyai potensi yang tinggi," kata Ali.

https://properti.kompas.com/read/2018/03/29/094342021/astra-percepat-proyek-asya-di-jakarta-timur

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke