Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Siang Ini, Presiden Resmikan Tol Berpanorama Gunung Wilis dan Lawu

Dari informasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang diterima Kompas.com prosesi seremoni dilakukan mulai pukul 14.00 WIB.

Turut mendampingi Jokowi adalah menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini M Soemarno, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani, dan Direktur Utama PT Ngawi Kertosono Jaya Iwan Moedyarno.

Ruas yang diresmikan yakni Seksi Ngawi-Wilangan sepanjang 49 kilometer. Pekerjaan untuk seksi ini digarap PT Ngawi Kertosono Jaya yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk

Sementara untuk Seksi Wilangan-Kertosono sepanjang 38 kilometer yang menjadi tanggung jawab pemerintah, masih dalam tahap konstruksi.

Direktur Utama PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) Iwan Moedyarno mengatakan, Jalan Tol Ngawi-Kertosono “diapit” dua gunung, yaitu Gunung Lawu dan Gunung Wilis.

Panorama kedua gunung itu akan terlihat jelas, terutama saat cuaca cerah.

“Kalau cerah sekali, kita dari arah Ngawi itu di sisi sebelah kanan ada Gunung Lawu, terus sampai Madiun di sisi kanan ada Gunung Wilis. Saya pernah lihat sendiri, kalau dari interchange Madiun lihat ke arah barat itu bisa Gunung Lawu, sebelah kiri lihat Gunung Wilis,” tutur Iwan kepada Kompas.com.

Tak hanya itu, saujana terbentang luas hingga cakrawala sawah dan perkebunan hijau menghampar, bak permadani tebal yang membuat atmosfer segar. Ditingkahi langit biru, menambah indah panorama Tol Ngawi-Kertosono.

Cara itu lebih dipilih daripada shotcrete, lantaran memberikan pemandangan hijau kepada pengendara.

Shotcrete merupakan mortar yang disemprotkan dengan kekuatan tinggi pada suatu permukaan, sehingga akan menampilkan pemandangan beton.

Sementara hydroseeding merupakan metode revegetasi dengan mencampurkan benih tanaman, fiber dan nutrient yang diformulasi sedemikian rupa, untuk kemudian disemprot dengan media air ke lahan rusak untuk menumbuhkan kembali.

“Kami menawarkan jalan lurus yang di sebelah kiri dan kananya ini sekarang itu di daerah galian bukan shortcrete tapi hydroseeding. Ini sekaligus untuk menanggulangi longsor,” kata Iwan.

Jalan Tol Ngawi-Kertosono memiliki nilai strategis yang cukup penting karena mampu memangkas waktu tempuh perjalan masyarakat.

Hal itu tidak terlepas dari sempitnya jalur arteri yang ada, selain jalan yang berkelok-kelok sehingga membuat laju kendaraan tidak bisa bergerak cepat.

Demikian halnya adanya sembilan jalan persimpangan kereta api di sepanjang jalur tersebut.

“Kalau ini kita masukkan sebagai jalan bebas hambatan, kalau jalan dengan kecepatan 90-100 kilometer per jam saja, itu waktu tempuhnya cukup 1 jam,” tuntas Iwan.

https://properti.kompas.com/read/2018/03/29/070000421/siang-ini-presiden-resmikan-tol-berpanorama-gunung-wilis-dan-lawu

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar