Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pembebasan Lahan Tol Batang-Semarang Sisakan Tanah Wakaf

SEMARANG, KompasProperti - Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Tol Batang-Semarang hingga saat ini masih belum tuntas. Tanah wakaf dan tanah milik Pemerintah menjadi kendalanya.

Kendati demikian, per minggu pertama bulan Januari 2018, khusus pembebasan lahan di Kota Semarang, progresnya telah mendekati 100 persen.

Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Semarang Sriyono mengatakan proses pembebasan lahan tol sampai saat ini sudah lebih dari 99 persen.

Hanya beberapa bidang yang belum terselesaikan, itu pun tanah yang berstatus milik pemerintah, serta tanah wakaf.

"Sampai hari ini sudah 99 persen lebih. Sisanya yang belum tanah Pemerintah seperti SD, SMP dan tanah wakaf seperti masjid, mushola," kata Sriyono, kepada KompasProperti, Senin (8/1/2018).

BPN mencatat, hingga kini masih ada 5 bidang dari 14 tanah tanah wakaf di Kota Semarang yang belum terbebaskan. Sebelumnya pada penghujung tahun 2017, 9 bidang tanah wakaf sudah dibebaskan dan warga diberikan tanah pengganti.

Meksi masih menyisakan persoalan, BPN yakin dapat menuntaskan pembebasan lahan dalam waktu dekat. Pada Selasa (9/1/2018), BPN kembali menindaklanjuti progres di lapangan.

"Akhir bulan ini mungkin, tapi pembangunan secara fisik sudah tidak ada masalah. Proyek berjalan terus, tidak ada bangunan yang mengganggu," tambah Sriyono.

Lamanya proses pembebasan lahan wakaf, sambung dia, karena proses yang tidak mudah.

Untuk membebaskan lahan wakaf, BPN harus melakukan inventarisasi, menaksir harga, lalu mencari tanah pengganti. Selain itu, pembebasan tanah wakaf juga harus minta izin Menteri Agama.

"Itu agak lama, tapi semua sudah dalan proses. Sekarang tinggal 4 atau 5 bidang. Tanah wakaf sudah ada pengganti semuanya, yang masalah administrasi saja," cetus Sriyono. 

Jalan Tol Batang-Semarang merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Trans Jawa yang dibagi menjadi 5 seksi.

Terdiri dari Seksi 1 Batang-Batang Timur (3,20 kilometer), Seksi 2 Batang Timur-Weleri (36,35 kilometer), Seksi 3 Weleri-Kendal (11,05 kilometer), Seksi 4 Kendal-Kaliwungu (13,50 kilometer), dan Seksi 5 Kaliwungu-Krapyak (10,10 kilometer).

https://properti.kompas.com/read/2018/01/08/210000321/pembebasan-lahan-tol-batang-semarang-sisakan-tanah-wakaf

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar