Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Libur Natal, Ini Rekayasa jika "Brexit" Macet Panjang

Untuk antisipasi itu, Polda Jawa Tengah menyiapkan rekayasa lalu lintas agar kemacetan tak menumpuk di jalan tol.

"Masalah lalu lintas dimungkinkan terjadi kepadatan di 'Brexit' (saat Natal)," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, seusai apel Natal dan Tahun Baru tingkat Jateng di Kota Tegal, Kamis (21/12/2017) kemarin.

Kepadatan lalu lintas mungkin terjadi lantaran jalan alternatif mudik yang digunakan saat Lebaran lalu saat ini sedang dikerjakan.

Oleh karenanya, pintu jalan tol terakhir yang dilalui pemudik dari Jakarta yaitu di Exit Toll Kaligangsa di Brebes Timur.

Meksi diprediksi volume kendaraan meningkat, Polda menilai kenaikan kendaraan tidak terlalu signifikan.

"Tapi volumenya tidak seperi Lebaran lalu. Langkah kita koordinasi dengan Polda Jabar dan DKI," ujar mantan Kakorlantas Polri ini.

Untuk menjamin kelancaran lalu lintas, Polda melakukan antisipasi kemacetan. Pertama, jika antrean kendaraan pemudik di Exit Toll Brebes Timur lebih dari 1 kilometer, maka kendaraan akan diarahkan atau dikeluarkan di pintu tol sebelumnya, baik di Jateng maupun di Jawa Barat.

"Kalau antrian di Brexit sudah 1 kilometer, di Jabar akan dikeluarkan ke arah Pantura," tambahnya.

Selain jalur Pantura, Jalur selatan juga diantisipasi beberapa titik kemacetan. Untuk di titik siaga, polisi memasang posko dan barikade untuk menghindari adanya kecelakaan.

Kapolri Polisi Tito Karnavian bahkan pada Kamis siang harinya ikut mengecek kesiapan jajarannya dalam operasi Natal dan tahun baru 2018.

Saat pengecekan, Tito sempat memberi pengarahan selama lebih 1 jam di ruang rapat di pintu tol keluar Brebes Timur di Kaligangsa, Kabupaten Brebes.

Selain Tito, hadir dalam tinjauan Natal dan Tahun Baru Asisten Operasi Kapolri Irjen M Iriawan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiadi, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Ari Setiadi Moerwanto.

Ada juga Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Pangdam IV Diponegoro Mayjend Wuryanto, General Manager Pertamina MOT IV Yanuar Budi Hartanto, serta para Kapolres terkait.

Sebelum kunjungan Kapolri, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga telah memimpin apel terkahir untuk memastikan kesiapan terkahir di alun-alun balaikota Tegal, Jawa Tengah. 

https://properti.kompas.com/read/2017/12/22/105247821/libur-natal-ini-rekayasa-jika-brexit-macet-panjang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar