Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tips Jitu agar Konsumen yang Beli Properti Tak Tertipu

Tak jarang, karena tidak teliti, seringkali konsumen dirugikan. Bahkan, ada kasus rumah dan apartemen yang sudah dibeli tak kunjung terbangun karena pengembangnya kabur entah ke mana.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat, kasus terkait properti terus ada dari tahun ke tahun. Basis kasus ini apalagi kalau bukan berdasarkan pengaduan konsumen.

Sepanjang tahun 2016, YLKI mencatat pengaduan konsumen di bidang properti menempati posisi kedua paling banyak yakni 123 kasus.

Pengaduan bidang properti ini hanya kalah dari pengaduan layanan jasa keuangan yang mencapai 249 aduan.

Sementara tahun 2015, pengaduan di sektor properti malah lebih banyak yakni mencapai 160 kasus.

Mayoritas pengaduan properti karena bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi, keterlambatan serah terima kunci, dan pekerjaan pembangunan yang terlambat.

Nah, terkait hal ini, Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Development Crown Group Iwan Sunito berbagi pengalaman dan tips memilih rumah atau apartemen agar tidak menyesal di  kemudian hari.

Menurut Iwan, yang paling penting dan terutama adalah reputasi dan rekam jejak pengembang.

"Pilihlah proyek rumah atau apartemen yang dibangun oleh pengembang bonafid dengan track record bagus," kata Iwan kepada KompasProperti, Kamis (26/10/2017).

Rekam jejak pengembang, lanjut dia, sangat penting karena sebagai gambaran seberapa sanggup mereka membangun properti yang sedang dipasarkan.

"Lihat juga kemampuan finansialnya, dan kemampuan mengerjakan proyeknya. Apakah bagus atau enggak," tambah Iwan.

Kedua, kualitas desain, pekerjaan konstruksi, dan material bangunan rumah atau apartemen yang akan dibeli.

Faktor kedua ini penting mengingat bangunan fisik akan ditempati seumur hidup (jika pembeli merupakan konsumen rumah pertama).

Ketiga lokasi. Pertimbangan lokasi juga tak kalah penting. Apakah rumah atau apartemen yang dibeli berada dekat dengan tempat kerja, aksesibilitas tinggi, atau bahkan terintegrasi dengan transportasi publik.

"Bagi anak muda atau keluarga muda, lokasi rumah dan apartemen harus terintegrasi dengan transportasi publik dan dekat tempat kerja. Ini untuk menciptakan gentrifikasi," kata Iwan.

Hal berikutnya adalah lingkungan sekitar yang dapat mendongkrak nilai investasi. Kondisi lingkungan tak kalah penting, agar suatu saat nanti properti yang dibeli bisa dimanfaatkan sebagai instrumen investasi.

"Harga sewa bergantung pada seberapa lengkap fasilitas di sekeliling rumah atau apartemen kita. Semakin lengkap dan global, akan bagus sehingga berpotensi meningkatkan nilai investasi," tuntas Iwan.

https://properti.kompas.com/read/2017/10/31/163000821/tips-jitu-agar-konsumen-yang-beli-properti-tak-tertipu

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar