Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Geliat Perkotaan Memicu Lonjakan Urbanisasi di Kamboja

Bank Dunia dalam laporan “Expanding Opportunities for Urban Poor” yang dirilis Selasa (3/10/2017) menyebutkan, sebanyak 3,14 juta warga Kamboja saat ini tinggal di perkotaan atau sekitar 20,5 persen dari total 15,38 juta penduduk. 

Dengan penduduk sekitar 1,6 juta orang, Phnom Penh dianggap sebagai satu-satunya daerah perkotaan utama di negara ini. Sementara itu, wilayah Battambang dan Siem Reap masing-masing memiliki populasi 228.681 dan 264.034 orang.

“Kamboja sekarang dalam tahap awal urbanisasi,” ungkap laporan tersebut, seperti dilansir Khmer Times. 

Judy Baker, Spesialis Perkotaan Bank Dunia yang juga penyusun laporan tersebut, mengatakan, dengan derasnya urbanisasi, perencana kota di Kamboja selayaknya menaruh perhatian serius pada kondisi tersebut.

Bank Dunia memprediksi penduduk perkotaan Kamboja terus tumbuh pada tingkat 2,6 persen per tahunnya. "Urbanisasi terjadi cepat di Phnom Penh dan juga di kota-kota lain seperti Sihanoukville dan Siem Reap," ungkap Baker.

Berkaca pada kondisi tersebut, urbanisasi informal dikhawatirkan kian menajamkan kesenjangan antara penduduk kaya dan miskin.

Saat ini saja, menurut Bank Dunia, tingkat kemiskinan di Phnom Penh jauh lebih tinggi daripada angka resmi yang dirilis pemerintah. Laporan Bank Dunia menunjukkan angka 29 persen sedangkan pemerintah mengklaim angka kemiskinan sebesar 12,8 persen.

Lebih lanjut menurut Bank Dunia, sebagian besar warga miskin perkotaan bekerja pada sektor dengan keterampilan rendah. Alhasil, sekitar 60 persen rumah tangga berpenghasilan kurang dari 75 dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 1 juta) per bulannya.

Ia menambahkan, memperbaiki transportasi publik juga selayaknya menjadi prioritas bagi pihak berwenang di Phnom Penh. Dengan begitu, penduduk berpenghasilan rendah yang tinggal di daerah pinggiran dapat melakukan perjalanan ke pusat kota dengan mudah.

Hok Kim Eang, Kepala Biro Perkotaan Phnom Penh, tak menampik bahwa saat ini kota terus bertumbuh kian besar. Karena itu, ungkap dia, layanan publik juga diperluas pada penduduk di keseluruhan 12 distrik.

"Kota ini telah diperbesar untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Kami memiliki rencana induk yang jelas dan akan dieksekusi langkah demi langkah,” pungkas Hok Kim Eang.

https://properti.kompas.com/read/2017/10/19/102627621/geliat-perkotaan-memicu-lonjakan-urbanisasi-di-kamboja

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar