Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Lahan Tol Sumut Resmi Jadi Aset Negara

Pada hari yang sama, Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumatera Utara juga melakukan serah-terima sertifikat tanah kepada pemerintah pusat.

"Ini adalah Proyek Strategis Nasional yang pertama diresmikan seketika juga sudah selesai tanahnya," kata Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.

Serah-terima sertifikat ini, kata Tengku, dilakukan atas nama Kementerian Keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atas 183 sertifikat tanah untuk jalan tol ruas Medan-Binjai dan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.

Tengku berharap proses pembebasan bagian Medan-Binjai yang masih terkendala akan selesai tahun ini juga.

Sementara itu, Kepala Kantor BPN Sumatera Utara Bambang Priyono mengatakan bahwa penerbitan sertifikat tersebut hanya memakan waktu 3x24 jam dengan total luas 1,6 juta meter persegi.

"Sejak awal kan sudah dirincikan, kita ukur bidang per bidang. Sekarang tinggal satukan semua. Datanya sudah ada semua," kata Bambang.

Ia mengatakan, saat ini lahan tol tersebut telah resmi menjadi aset pemerintah atau negara. Sebelumnya, bidang-bidang lahan ini adalah milik warga.

Bambang tidak bisa menyebut secara pasti nilai yang dibayarkan pemerintah kepada warga atas tanah tersebut karena appraisal dilakukan tim independen. Dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Adapun untuk Medan-Binjai, Bambang mengatakan masih ada kendala pembebasan lahan sepanjang 3,3 kilometer.

"Di bidang itu ada tiga (pihak) yang mengaku sebagai pemilik, yaitu warga yang gunakan tanah, pihak yang memegang sertifikat hak miliknya, dan pihak yamg mengaku ahli waris sultan," jelas Bambang.

Meski demikian, ia menargetkan seluruh pembebasan lahan ini akan selesai pada 1 Desember 2017. Bambang optimistis target ini akan tercapai.

Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang diresmikan adalah Seksi 2-6 dengan total panjang 41,7 kilometer dari total 61,7 kilometer.

Adapun ruas Medan-Binjai yang diresmikan kemarin adalah Seksi 2-3 dengan panjang 10,5 kilometer dari total 16,7 kilometer.

Pemegang konsesi jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi adalah konsorsium PT Jasa Marga Kualanamu Tol.

Perusahaan yang tergabung dalam konsorsium ini adalah PT Jasa Marga (persero) Tbk PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan kepemilikan sebesar 55 persen, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dengan 15 persen saham, PT Waskita Karya (Persero) Tbk memegang 15 persen saham, dan PT Hutama Karya (Persero) dengan 15 persen saham.

Adapun pemegang konsesi Medan-Binjai adalah PT Hutama Karya (Persero) yang didapat melalui penugasan pemerintah.

Penugasan ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 yang direvisi menjadi Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2015. 

https://properti.kompas.com/read/2017/10/14/100029821/lahan-tol-sumut-resmi-jadi-aset-negara

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar